Soal Kereta Gantung di Gunung Bromo, Pemprov Minta Pemilik Jeep Tak Perlu Khawatir

Jul 28, 2019 17:42
Ilustrasi kawasan Gunung Bromo (Foto: Istimewa)
Ilustrasi kawasan Gunung Bromo (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Wacana pembangunan cable car atau kereta gantung di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) akan dimatangkan. 

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur meminta pelaku jasa wisata terutama pemilik Jeep untuk tidak khawatir.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mengatakan rencana pembangunan kereta gantung tidak akan mengancam pelaku jasa wisata di kawasan TNBTS. 

Baca Juga : Stop Dulu Liburannya, Wisata Gunung Bromo Tutup Total Imbas Covid-19

Terlebih, jasa Jeep masih sangat diperlukan, mengingat kereta gantung tidak dibangun di lautan pasir.

"Kita tahu juga katanya pemilik Jeep khawatir, nggak usah khawatir semua keputusan pemerintah tentu akan dikomunikasikan bersama. Segmentasi rute dan sebagainya pasti sudah dipilih," ungkap dia menghadiri Konferensi Wilayah GP Ansor Jawa Timur di Ponpes Sabilurrosyad Kota Malang, Minggu (28/7). 

Menurut dia, dengan pembangunan kereta gantung malah menjadikan sinergi akan pelayanan transportasi wisata di kawasan TNBTS tersebut. 

Mengingat, selama ini akses di kawasan gunung dengan ketinggian 2.329 mdpl itu terbatas.

"Jadi tenang, justru malah sinergis. Karena memang kabel bisa lewat lautan pasir? Kan nggak. Jadi menurut saya tidak perlu terlalu khawatir. Justru dipilih yang akan sinergis. Kita ingin masyarakat dapat pencaharian kok dari situ. Cuma kapasitasnya memang sangat terbatas," imbuh suami Arumi Bachsin tersebut.

Bahkan untuk merealisasikan rencana tersebut, pihaknya juga telah membicarakan bersama dengan pelaku jasa wisata di wilayah tersebut.

Nantinya, Pemprov Jawa Timur juga akan menambah lokasi baru untuk menambah sensasi melihat sajian keindahan alam di TNBTS.

"Karena kan semua ingin ke sana, tapi kapasitasnya kecil sekali. Maka saya kemarin diskusi dengan teman-teman pelaku industri pariwisata disana. Akan mulai dikembangkan, selain penanjakan ada poin-poin baru supaya yang melihat pemandangan tidak menumpuk," paparnya.

Lebih lanjut, mantan Bupati Trenggalek itu menjelaskan jika saat ini akses untuk Kereta Gantung tengah dirancang. Dan hal itu tidaklah mudah, melainkan membutuhkan strategi.

Baca Juga : Pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Waspadai Penyebaran Virus Corona dengan Cara Ini

"Tinggal aksesnya kita rancang. Kemarin ada yang jalan kabupaten, ada yang jalan ini dan kelihatannya itu perlu strategi, karena itu sudah menjadi prioritas gubernur dan presiden," pungkasnya.

Topik
Batu Berita Batu Kereta Gantung di Gunung Bromo Gunung Bromo Pemprov Jawa Timur

Berita Lainnya

Berita

Terbaru