Kekeringan mulai mengintai wilayah Sumbermanjing Wetan. (Ist)
Kekeringan mulai mengintai wilayah Sumbermanjing Wetan. (Ist)

MALANGTIMES - Musim kemarau di Kabupaten Malang mulai dirasakan dampaknya. Kekurangan air bersih di berbagai wilayah sudah mulai mengintai dan membuat warga harus berjuang lebih untuk mendapatkannya. Seperti yang terjadi di Desa Ringinkembar dan Desa Klepu, Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe).

Baca Juga : Menghilang, Satu Pendaki Gunung Panderman Ditemukan Tewas, Saksi Sebut Seperti Kesurupan

Dua desa di wilayah Malang Selatan ini sekitar 1.300 kepala keluarga (KK) yang terdampak kemarau. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan air bersih, mereka harus mengambil air di desa tetangga dengan jarak tempuh sekitar 1 kilometer. Sebagian lainnya bertahan dengan keberadaan Kali Belek Ringinkembar. Sisanya membeli untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut yang membuat Kepala Desa (Kades) Ringinkembar Moh. Subaidi berencana secepatnya untuk meminta bantuan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.
"Secepatnya kami akan berkirim surat untuk meminta bantuan air bersih bagi warga kami. Di sini, kalau musim kemarau, warga berbagai pedukuhan memang akan kesulitan mendapat air bersih," ucap Subaidi.

Dia akan segera melakukan pemetaan titik kritis air bersih di wilayahnya terlebih dahulu. "Karena kekurangan air bersih terjadi di semua pedukuhan. Kami akan petakan dulu yang benar-benar kritis atau paling parah," ujar kades asal Madura ini.

Dari berbagai narasumber di wilayah tersebut, musim kemarau telah menyusutkan air bersih di beberapa pedukuhan. Seperti di Kampung Baru RT 26 dan 27 (120 KK), Dusun Pager Gunung di RT 14,15 dan 16 (150 KK) dan Dusun Pancurejo, khususnya di RT 20, 21 dan 22 sebanyak 155 KK. Di Dusun Jambenawe RT 10, 11 dan 12 pun air bersih semakin sulit didapatkan oleh warga sebanyak 145 KK. Serta yang terbilang paling parah adalah di Dusun Krajan dengan warga mencapai 350 KK.

"Sementara ini hanya Kali Belek yang jadi andalan warga. Tapi itu pun hanya untuk warga terdekat saja," ujar Subaidi.

Kondisi nyaris serupa terjadi di Dusun Sumber Gentong, Desa Klepu, yang dihuni sekitar 700 KK. Separo warga di dusun itu mulai kelimpungan untuk mencukupi kebutuhan air bersih. Bahkan, musim kemarau tahun ini disebut sebagai yang terparah di Dusun Sumber Gentong.

Baca Juga : Bantuan Dana Dampak Covid-19 Bagi Sopir di Kabupaten Malang Segera Cair

"Beberapa sumber mata air sudah mengering. Warga hanya mengandalkan satu sumur milik tetangganya. Itu pun harus antre untuk mendapatkan air bersih selama berjam-jam," kata Syamsul, seorang anggota BPBD Klepu.

Kekeringan di dusun itu mulai melanda di sekitar 5 RT. Yaitu RT 22, 23, 25, dan 26 dengan jumlah warga sekitar 350 orang.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Bambang Istiawan menyampaikan dampak kemarau di Sumawe itu. Dirinya akan segera melakukan assessment sekaligus dropping air bersih ke dua desa itu.

"Kami siap untuk mengerahkan truk tangki air bersih ke lokasi terdampak kekeringan," ujar Bambang yang juga mengatakan pihaknya akan mengirim minimal 3 tangki air bersih dengan kapasitas per tangki bisa mengangkut 500 liter air bersih. Satu truk tangki itu biasanya bisa dipergunakan untuk kebutuhan minum 20 KK.