Ilustrasi bisnis karaoke yang ada di Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

Ilustrasi bisnis karaoke yang ada di Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)


Editor

A Yahya


MALANGTIMES - Karaoke atau yang dikenal di kalangan remaja dengan is`tilah sing a song ini, seolah sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat moderen. Bahkan, bisnis karaoke dapat menyumbang pendapatan daerah Kabupaten Malang hingga ratusan juta. ”Target kami di tahun 2019 ini pajak hiburan karaoke mencapai Rp 111,2 juta,” terang Kepala Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Kabupaten Malang, Dr Purnadi.

Dari target tersebut, lanjut Dr Purnadi, Bapenda Kabupaten Malang sudah merealisasikannya mencapai lebih dari 77 persen. Hingga bulan juli ini sudah meraup pendapatan pajak karaoke mencapai Rp 86.009.732. ”Mungkin kurang dari dua bulan kedepan, target yang dipatok untuk pajak hiburan karaoke bakal terealisasi,” kata Dr Purnadi.

Jika di flas back sejenak, tren bisnis karaoke memang terbilang sangat berkembang. Terbukti dari pendapatan pajak yang dikelola Bapenda Kabupaten Malang selalu mengalami peningkatan pendapatan yang terbilang signifikan.

Pada tahun 2015 lalu misalnya, saat itu dari target yang dipatok Rp 18.000.000. Hingga tutup buku Bapenda Kabupaten Malang mampu mendulang surplus lebih dari 87 persen atau setara dengan Rp 33.722.350.

Bergeser ke tahun 2016, saat itu pendapatan pajak karaoke kembali mengalami surplus. Dari target yang hanya dipatok Rp 42.240.000, hingga tutup buku Bapenda Kabupaten Malang mampu meraup pendapatan mencapai Rp 63.885.500.

Mencengangkannya lagi, di tahun 2017 bisnis karaoke bertumbuh semakin pesat. Bahkan bisa mendongkrak pendapatan pajak karaoke hingga nyaris 3 kali lipat. Yakni dari target yang hanya Rp 44.380.000. Bapenda Kabupaten Malang mampu meraup pendapatan pajak karaoke hingga Rp 119.675.290.

Tren semacam ini terus berlanjut hingga setahun kemudian. Pada 2018 lalu, untuk kali pertama Bapenda Kabupaten Malang meningkatkan target pajak karaoke mencapai nominal ratusan juta. Tepatnya menjadi Rp 103.129.132. Kendati demikian, pendapatan pajak karaoke masih mampu surplus mencapai prosentase lebih dari 38 persen. Yakni Rp 142.506.428. ”Meski target tahun ini meningkat dari tahun 2018 lalu, namun kami yakin pajak hiburan karaoke bakal kembali surplus. Target pribadi kami, bisa surplus di prosentase sekitar 30 persen,” tutup Dr Purnadi.

End of content

No more pages to load