Mendikbud Prof. Dr. Muhadjir Effendy (lima dari kiri) saat berfoto di Gong Besar Museum Ganesya (istimewa)
Mendikbud Prof. Dr. Muhadjir Effendy (lima dari kiri) saat berfoto di Gong Besar Museum Ganesya (istimewa)

Satu lagi, wisata edukasi sejarah hadir di Kota Malang. Wahana sejarah era kejayaan kerajaan Majapahit itu bisa ditemukan di Museum Ganesya kawasan Hawai Waterpark, Kota Malang. 

Museum teranyar di Kota Pendidikan ini ditandatangani dalam prasasti oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Prof. Dr. Muhadjir Effendy,disaksikan oleh beberapa pimpinan Hawai Waterpark Group,  Sabtu (27/7/2019). 

Museum yang telah melakukan grand opening pada 12 Juli 2019 lalu ini baru bisa ditandatangani oleh Mendikbud pada hari ini.

Dalam kesempatannya, Prof. Dr. Muhadjir Effendy menyempatkan untuk melihat koleksi Museum Ganesya yang di dalamnya terdapat berbagai macam benda peninggalan dan topeng panji.

Setelah puas berkeliling, Mendikbud yang juga asli orang Malang tersebut memuji sejumlah peninggalan Kerajaan Majapahit di Museum Ganesya. Karena bukan hanya cerita yang ditonjolkan, namun juga ada benda yang memang masuk dalam cerita tersebut. "Ini bagus sekali untuk pendidikan anak-anak tentang budaya," ujarnya.

Selain itu, Muhadjir Effendy juga mengungkapkan bahwa ia merasa bahwa berkunjung di Museum Ganesya serasa belajar serta berlibur. "Disini kalau anak-anak berkunjung pasti tidak merasa bosan, karena selain belajar juga bisa berlibur," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama Hawai Waterpark Bambang Judo Utomo mengatakan bahwa setelah peresmian Museum Ganesya  pihaknya akan semakin tertantang untuk melengkapi apa yang ada di dalamnya. "Dengan diresmikannya Museum Ganesya ini oleh Mendikbud, kami yakin masyarakat semakin yakin bahwa tempat ini bisa menjadi rujukan edukasi sejarah," pungkasnya.