Ilustrasi (kanalkalimantan)
Ilustrasi (kanalkalimantan)

MALANGTIMES - Pecandu narkoba yang memang ingin segera bertobat, diimbau Satreskoba Polres Malang Kota dan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk segera melapor dan menjalani rehabilitasi.

Sebab, jika tak segera melapor, dan kemudian terlebih dulu tertangkap pihak kepolisian  tentu proses hukum akan menjerat para pecandu terlebih dulu.

Kaur Bin Ops (KBO) Satreskoba Polres Malang Kota, Iptu Bambang Heryanta mengatakan kepada para pecandu yang ingin segera menyudahi penyalahgunaan narkoba, tak perlu takut untuk melapor.

"Yang bersangkutan bisa datang sendiri ke kantor Polres Malang Kota, tentunya akan kami beri rekomendasi untuk rehabilitasi ke BNN," jelas Bambang saat ditemui dalam seminar nasional mengenai pencegahan narkoba (27/7/2019).

Selain itu, jika yang bersangkutan takut untuk melapor, maka bisa juga keluarga atau kerabat pecandu bisa melaporkan hal tersebut ke Polres Malang Kota. 

Tentunya sama, dari situ pihak kepolisian juga akan memberikan rekomendasi untuk rehabilitasi.

"Setelah laporan keluarga, jika memang harus ditangkap, maka akan kita tangkap. Namun tujuannya bukan untuk penindakan, namun untuk rehabilitasi kita serahkan ke BNN," bebernya.

Lanjutnya, beda lagi, jika seorang pecandu narkoba tersebut memang tertangkap oleh pihak kepolisian, maka akan diproses hukum lebih lanjut.

Sementara itu, Kasi Pencegahan Pemberdayaan Masyarakan (P2M) BNN Kota Malang, Kompol Diyah,  menjelaskan BNN dibentuk dalam rangka strategi untuk melakukan pencegahan maupun pemberantasan narkoba, termasuk melakukan rehabilitasi.

Dan mengenai rehabilitasi, setiap pecandu mempunyai hak untuk mendapatkan rehabilitasi.

Sebelum bisa direhabilitasi, maka pecandu harus terlebih dulu melapor ke BNN atau bisa melapor ke institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL), seperti di Puskesmas Kendalsari.

"Namun sebaiknya langsung ke BNN saja, karena nanti di BNN akan lebih jelas bagaimana rekomendasinya, apakah rehabilitasi rawat inap atau rehabilitasi rawat jalan," jelasnya.

Kemudian, mengenai biaya rehabilitasi, Diyah menegaskan, jika dalam hal ini masyarakat tak usah khawatir. Sebab, biaya rehabilitasi sudah ada di anggaran BNN.

"Tapi syaratnya ya itu tadi, harus melapor ke BNN atau IPWL. Silahkan kalau mau melapor. Kecuali kalau ditangkap Polisi dulu, maka harus diproses dulu, kemudian diassesment dulu. Tapi kalau langsung ke BNN, memang nanti juga diassesment dulu, tapi nanti langsung ditindak lanjuti ke rehabilitasi," jelasnya.

Sejauh ini, masyarakat yang telah melapor dan direhabilitasi, dikatakan Diyah masih belum banyak.  

Bahkan jumlahnya masih kurang dari sepuluh jari. 

Hal ini mungkin saja disebabkan karena masyarakat yang menjadi pecandu diduga takut atau malu untuk melapor.

"Padahal itu tadi, pemerintah sudah memberikan kesempatan untuk melapor. Diundang-undang pun juga sudah disampaikan, jika pengguna narkoba, punya hak untuk direhabilitasi, sebelum nanti tertangkap," pungkasnya.