Ilustrasi penyalahgunaan narkoba (edunews.id)

Ilustrasi penyalahgunaan narkoba (edunews.id)



MALANGTIMES - Pelaku penyalahgunaan narkoba di Kota Malang saat ini tergolong tinggi. Bahkan, 30 persen di antaranya adalah para mahasiswa yang menyalahgunakannya. 30 persen mahasiswa tersebut tersebar dari berbagai Perguruan Tinggi (PT) di Kota Malang.

Hal tersebut, dibenarkan langsung Kaur Bin Ops (KBO) Satreskoba Polres Malang Kota, Iptu Bambang Heryanta, kala mengisi seminar nasional di Unidha Malang mengenai penyalahgunaan narkoba di Kota Malang.

Dijelaskannya lebih lanjut, peredaran narkoba di Kota Malang setelah dianalisa setiap tahunnya, memang angka 30 persen terus mendominasi para mahasiswa. Sedangkan sisanya, terbagi dari berbagai profesi pekerjaan. Namun, Bambang tak menyebut pasti dari PT mana saja mahasiswa yang melakukan penyalahgunaan narkoba tersebut.

Bukan hanya dari kalangan mahasiswa, di Kota Malang juga terdapat para  pelajar yang terjerat dan menyalahgunakan narkoba. Namun meskipun begitu, jumlahnya tidak banyak, hanya sekitar lima orang setiap tahunnya.

"Mayoritas ada tiga jenis narkoba yang banyak digunakan yakni jenis ganja, sabu maupun ekstasi. Untuk upaya kita sebenanrya juga terus melakukan pembinaan maupun penindakan," bebernya (27/7/2019).

Sementara itu, Kasi Pencegahan Pemberdayaan Masyarakan (P2M) BNN Kota Malang, Kompol Diyah, menjelaskan jika pihaknya terus melakukan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) narkoba.

Namun, dalam upaya tersebut pihaknya mengakui jika tak bisa bekerja sendiri. Oleh karenanya, sinergi dengan berbagai pihak terus dilakukan untuk mewujudkan gol, yakni bagaimana membangun manusia Indonesia yang unggul.

"BNN dalam rangka menyiapkan itu, terus berupaya keras bekerja sama dengan berbagai pihak menanggulangi peredaran narkoba yang merajalela, apalagi yang menyasar para mahasiswa maupun pelajar. Bagaiamana melakukan pencegahan secara dini dan bagaiamana untuk berkomitment memerangi narkoba yang beredar dan banyak menyasar kalangan mahasiswa, pelajar," jelasnya.

Wakil Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi), Prof Suko Wiyono mengatakan,  setelah korupsi, hal berbahaya dan mengerikan lainnya adalah masalah narkoba. Dan di Kota Malang sendiri, diakuinya, jika banyak penyalahgunaan narkoba oleh mahasiswa.

"Semua tau lah, jika di Malang banyak penyalahgunaan narkoba, apalagi mahasiswa. Korban mahasiswa bukan main banyaknya.Tapi Kan nggak mungkin saya nyebut kampusnya mana-mana saja. Kalau mahasiswa di Lowokwaru itu, kalau diluar mahasiswa di Kedungkandang," jelas Prof Suko yang juga Rektor Unidha Malang.

Untuk upaya pencegahan, Aptisi selalu berupaya untuk menekankan dua hal yang harus dihindari kepada anggotanya, yakni narkoba dan korupsi. Selain itu, seminar pencegahan dan pemberantasan narkoba juga rutin digelar.

"Dua hal ini yang kita tekankan di Aptisi. Kita mihta dosen-dosen untuk mengingatkan, betapa dampak narkoba sangat Bahaya, untuk lepas juga sangat sulit," pungkas Prof Suko Wiyono (27/7/2019).

End of content

No more pages to load