Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko saat meninjau stan dolanan dan kerajinan lokal di Tong-Tong Night Market. (Foto: Dokumen MalangTIMES)
Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko saat meninjau stan dolanan dan kerajinan lokal di Tong-Tong Night Market. (Foto: Dokumen MalangTIMES)

MALANGTIMES - Suasana Taman Cerme di Jalan Cerme, Kota Malang, akhir pekan ini berubah layaknya pasar rakyat. Berbagai dekorasi jadul mulai lampu obor, bedak-bedak penjual makanan beratap rumbia, makin menguatkan kesan klasik taman tersebut. Ditambah lagi musik-musik lawas berbahasa Belanda yang terus berkumandang dari gramaphone besar yang berada di tengah-tengah taman. 

Para pemburu kuliner lawas atau tempo dulu pun bisa mencari penganan-penganan khas di event Tong-tong Night Market tersebut. Pasalnya, puluhan stan makanan tampak rapi menyambut wisatawan di sekitar area taman yang juga halaman The Shalimar Boutique Hotel Malang.

Tak hanya itu. Berbagai kerajinan juga diperjualbelikan untuk menambah koleksi di rumah. Misalnya keramik, lampu antik, dan lain-lain. 

Perhelatan pasar tempo dulu ini terinspirasi dari Tong-tong Fair di Belanda, sebuah pasar besar yang diselenggarakan oleh warga Indonesia di Belanda sejak tahun 1959 dan masih berlanjut hingga saat ini. "Kegiatan seperti ini mendukung program untuk menjadikan Kota Malang sebagai destinasi wisata heritage," ungkap Wakil Walikota Malang Sofyan Edi Jarwoko.

Perhelatan ini mendapatkan apresiasi dan dukungan dari Pemerintah Kota Malang. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang datang ke Malang. Menurutnya, Malang Heritage saat ini sebagai aset yang jika dikelola dengan baik, akan menjadi poin destinasi wisata unggulan. 

Terlebih, menurut Sofyan Edi, sektor pariwisata menjadi salah satu penyokong pertumbuhan ekonomi Kota Malang. "Pertumbuhan ekonomi Kota Malang di tahun 2018 sebesar 5,69 persen, sektor parit punya kontribusi besar. Jadi Kita fokus menjadikan kota ini menjadi destinasi wisata," paparnya, hari ini (26/7/2019).

Sementara itu, pihak penyelenggara acara mengungkapkan bahwa tahun ini Tong-Tong Night Market mengangkat tema Urban Cultural Heritage. "Perpaduan warisan budaya historis dan kontemporer yang disatukan dan ditampilkan sebagai bagian dari penafsiran kembali wisata budaya lokal," ujar Managing Director The Shalimar Boutique Hotel Malang, Lily Jessica Tjokrosetlo. 

Dia menambahkan, event tahunan ini juga sudah masuk agenda wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang. Sehingga, diharapkan tak hanya menarik minat wisatawan. Tetapi juga untuk mengingatkan generasi milenial akan  kekayaan budaya Indonesia, khususnya Malang. "Karena budaya harus dipertahankan dan harus selalu diingat. Banyak kuliner Malang yang ingin kami tonjolkan," ujarnya.

Tak hanya itu. Tong-tong Ning Market 2019 juga menyoroti keunikan Kota Malang seperti 'Podjok Dolanan dan Tjemilan Raya' untuk mengenang masa tahun 1990-an dengan berbagai mainan dan jajanan tempo dulu. "Untuk mendukung hasil karya kreatif produk lokal, di Tong-tong Night Market ini juga memberikan tempat bagi mereka untuk pameran," pungkasnya.