Poster kegiatan Festival Kecil Literasi dan Pasar Buku Keliling Patjarmerah. (Foto: Dokumen MalangTIMES)
Poster kegiatan Festival Kecil Literasi dan Pasar Buku Keliling Patjarmerah. (Foto: Dokumen MalangTIMES)

MALANGTIMES - Bagi para penggemar buku di Kota Malang atau wisatawan yang tengah berakhir pekan di kota dingin ini, sayang rasanya jika sampai melewatkan agenda Patjarmerah. Festival Kecil Literasi dan Pasar Buku Keliling ini rencananya akan berlangsung 27 Juli-4 Agustus 2019 di bangunan lama Bioskop Kelud Jalan Kelud No 9, Kauman, Kecamatan Klojen. 

Salah satu inisiator Patjarmerah Festival, Windy Ariestanty, mengungkapkan bahwa Patjarmerah mampir ke Malang membawa isu bertema Toleransi-Merawat Indonesia. "Puluhan penerbit nasional ikut meramaikan Patjarmerah, termasuk buku dari para penerbit indie dan buku langka atau lawasan," ujar Windy.

Dia menyebut, total keseluruhan stok buku yang akan digelar di Pasar Buku Keliling Patjarmerah mencapai lebih dari satu juta buku dengan ragam kategori. Beberapa kategori tersebut seperti buku fiksi, nonfiksi, penunjang pelajaran, bacaan anak dan orang tua, kuliner, pengetahuan populer dan lain sebagainya.

Selain menghadirkan lebih dari 8.000  judul buku dengan diskon hingga 80 persen, para Patjarboekoe--sebutan bagi para pecinta buku dan pengunjung-- yang datang juga bisa mengikuti beragam program literasi yang menghadirkan para pembicara andal di bidangnya. Tak hanya belajar bersama, para pengunjung juga bisa berinteraksi dengan mereka sambil bertukar rekomendasi dan belanja buku.

Windy menyebut, Patjarmerah ibarat sirkus keliling, bertualang ke tempat-tempat tak terduga di Indonesia untuk mengajak para Patjarboekoe bergembira ria lewat literasi. "Ke depan, kami ingin berkolaborasi dengan banyak teman pencinta literasi di daerah-daerah hingga pelosok Indonesia untuk bersama-sama memeratakan akses literasi dengan memperluas sebaran dan kesempatan berliterasi bagi banyak orang. Kerja literasi seharusnya adalah kerja gotong-royong, dilakukan bersama-sama," ucapnya. 

Sebagai bentuk kerja kolaboratif, Patjarmerah menggandeng komunitas-komunitas di Malang yang punya perhatian pada isu-isu dunia literasi secara umum. Denny Mihzar dari Pelangi Sastra Malang yang bertanggung jawab sebagai partner lokal Patjarmerah kali ini. 

Ada banyak juga para penulis, konten kreator, pemusik, sastrawan, pegiat komunitas yang datang dari luar Malang untuk meramaikan acara tersebut. Beberapa nama di antaranya Aan Mansyur, Seno Gumira Ajidarma, Reda Gaudiamo, Alexander Thian, Ria Papermoon, Valiant Budi Yogi, Syahid Muhammad, Puthut EA, Ivan Lanin, Kalis Mardiasih, Bernard Batubara, Aditya Mulya, Siska Nirmala, Marrysa Tunjung Sari, Judith & Genta, dan Restu Utami Dewi.