KKN Unikama di Desa Ringin Kembar, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. (Unikama For MalangTIMES)
KKN Unikama di Desa Ringin Kembar, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. (Unikama For MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) mahasiswa Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) membawa dampak positif bagi warga Desa Ringin Kembar, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Utamanya dalam mengatasi permasalahan bau maupun kotoran kambing yang tak termanfaatkan secara maksimal.

Baca Juga : Belajar dari Rumah Lewat TVRI Mulai Hari Ini, Intip Jadwalnya Yuk!

Problema tersebut terpecahkan dengan penyuluhan yang dilakukan para mahasiswa Unikama. Mereka membeber bagaiamana melakukan pengolahan kotoran kambing menjadi pupuk kompos siap guna dan bisa dimanfaatkan menggemukkan tanaman maupun menyuburkan tanah.

Selain membeber bagaimana melakukan pengolahan kotoran kambing menjadi pupuk kompos, dalam penyuluhan yang digelar di Balai Desa Ringin Kembar, mahasiswa Unikama juga membeberkan bagaimana cara membuat fermentasi pakan kambing yang baik untuk pertumbuhan kambing.Decky Satrio, selaku koordinator desa (kordes) KKN Unikama di Ringin Kembar, membenarkan bahwa mayoritas warga Ringin Kembar memelihara kambing dan memang mengalami problem terhadap kotoran ternak tersebut. Sehingga dari situ, perlu adanya penyelesaian agar dalam pengolahan kotoran kambing bisa maksimal dan tidak lagi menimbulkan bau yang menyengat hingga ke jalan.

Menjawab permasalahan tersebut, Rivaldo, mahasiswa Fakultas Peternakan Unikama, menggagas penyuluhan pupuk kompos dengan bahan dasar kotoran kambing. Kompos yang memerlukan tambahan molases dan EM4 ini cocok untuk menggemukkan tanaman dan memperbaiki tanah yang kurang subur atau tercemar bahan kimia.

Selain memanfaatkan kotoran kambing, mahasiswa KKN Unikama juga berinovasi menciptakan fermentasi pakan kambing. Fermentasi yang diproses sekitar dua minggu ini baik untuk pertumbuhan ternak, khususnya kambing. “Untuk menghasilkan kotoran kambing yang bagus, maka pakan yang dikonsumsi harus bergizi tinggi,” terang Rivaldo.
      
Penyuluhan tersebut disambut antusias oleh warga. Bahkan, warga yang hadir dalam penyuluhan ikut terlibat praktik dalam pembuatan pupuk kompos maupun fermentasi pakan kambing.

“Saya pernah mencoba membuat kompos namun gagal. Ternyata caranya kurang tepat. Melalui penyuluhan ini, saya menjadi mengerti cara membuat kompos dengan benar,” ucap Yoyon, salah satu warga Ringin Kembar.

Baca Juga : Cegah Covid 19 Pada Lansia dan Anak-Anak, Pemkot Batu Akan Beri Tambahan Nutrisi

Sementara itu, dosen pendamping lapangan (DPL) KKN di Desa Ringin Kembar Dr Sri Rahayu MPd menambahkan, berlatar dari observasi yang dilakukan bahwa banyak peternak kambing di lokasi KKN, maka diadakan adanya penyuluhan tentang pupuk kompos dari kotoran kambing.

"Pupuk kompos tersebut diharapkan bisa membantu masyarakat yang notabene banyak memiliki kebun kopi maupun kakau agar tanamannya menjadi lebih subur. Selain itu, di sana mahasiswa mengaplikasikan ilmu dari kampus dengan membuat penyuluhan bagaiamana membuat pakan berkualitas untuk pertumbuhan kambing yang baik," bebernya.

Menurut Rahayu, dalam kegiatan penyuluhan tersebut, masyarakat sangat antusias. Lebih dari 100 warga Desa Ringin Kembar hadir mengikuti penyuluhan tersebut.