Suasana penyuluhan gizi pada ibu hamil di Puskesmas Janti.(Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Suasana penyuluhan gizi pada ibu hamil di Puskesmas Janti.(Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Masa kehamilan sangat rentan bagi seorang ibu. Karena itu, asupan gizi seimbang sangat diperhatikan untuk menunjang kelancaran kehamilan dan bayi dalam kandungannya.

Banyak ibu hamil, terutama ibu-ibu muda, yang dirasa kurang memperhatikan kebutuhan gizinya. Bahkan terkadang masih tetap mau menjaga tubuh agar tidak terlihat gemuk. Padahal, hal tersebut tidak dianjurkan karena efek kurangnya asupan gizi akan mempengaruhi tumbuh kembang si bayi.

Berangkat dari situ, Puskesmas Janti, Kota Malang, memberikan penyuluhan bagi ibu hamil di wilayahnya. Pasalnya, pengetahuan akan pemenuhan gizi tersebut selama ini masih kurang diperhatikan oleh ibu hamil. 

Kepala Puskesmas Janti Endang Listyowati S Kep Ns M Kes menyatakan, selama ini banyak pasien ibu hamil yang kekurangan energi kalorinya. Padahal pertumbuhan seorang anak dimulai sejak dalam kandungan ibunya hingga masa menyusui.

"Kami berikan pengetahuan bagaimana mendapatkan gizi yang baik karena pertumbuhan anak itu dimulai sejak awal kandungan. Nah, supaya gizi ini meningkat, ibunya sehat otomatis bayinya juga sehat," ujar dia.

Salah satu untuk memenuhi hal tersebut dengan pola makan 'Isi Piringku'. Konsep ini menggantikan konsep makan empat sehat lima sempurna. Takaran porsinya dalam satu piring tersebut harus melingkupi buah dan sayur sebesar  setengah piring. Sisanya untuk nasi dan lauk pauk.

Selain memenuhi gizinya, seorang ibu hamil juga tidak dianjurkan untuk membatasi kenaikan berat badannya. Aturan minimalnya, setidaknya memenuhi kenaikan berat badan sebanyak 13 kg.

"Karena kalau berat badannya kurang, pastinya juga kurang sehat. Nantinya itu juga akan berpengaruh pada tumbuh kembang IQ anak," pungkas  Endang.