Ilustrasi sosok yang akan diusung oleh PKB dalam Pilkada Kabupaten Malang 2020 nanti (Ist)

Ilustrasi sosok yang akan diusung oleh PKB dalam Pilkada Kabupaten Malang 2020 nanti (Ist)


Pewarta

Dede Nana

Editor

Heryanto


MALANGTIMES - Perhelatan serentak pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020,  terbilang ramai jadi perbincangan di masyarakat Kabupaten Malang. Sejumlah nama tokoh dari kalangan partai politik, akademisi, birokrat, sampai tokoh masyarakat, bermunculan di berbagai media.

Walau sejumlah nama telah ramai, khususnya yang berangkat dari parpol, terutama para peraih kursi terbanyak yaitu PDI-Perjuangan dan PKB, sampai saat ini belum ada kepastian atau jaminan bahwa nama-nama itu bisa diusung dalam Pilkada 2020 nanti.

Pasalnya, para pemimpin parpol di Kabupaten Malang, tetap menunggu keputusan pimpinan pusat. Hal ini dinyatakan juga Ali Ahmad atau Gus Ali Ketua DPC PKB Kabupaten Malang. 

"DPP PKB sendiri hingga kini masih belum menentukan sikap siapa yang harus diusung di Pilkada Kabupaten Malang," ucapnya terkait nama yang akan diusung untuk menjadi calon Bupati nantinya.

Hal ini tentunya menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat. Khususnya terkait Sanusi yang kini masih menjabat sebagai Plt Bupati Malang. Dimana, sosoknya dari awal telah digadang-gadangkan diusung PKB untuk maju menjadi Bupati Malang.

Apalagi, masyarakat juga memiliki harapan besar kepada sosok Gus Ali yang mampu melakukan perubahan besar di tubuh PKB sehingga mampu meraih 12 kursi legislatif tahun ini untuk maju menjadi Bupati Malang dalam pilkada 2020 datang.

Nasib Sanusi maupun nama lain dari PKB yang ramai diperbincangkan masyarakat, nantinya akan bermuara di Muktamar Nasional PKB. Dimana rencananya kegiatan itu akan digelar tanggal 20 sampai 22 Agustus 2019 nanti di Bali.

"Belum ada nama siapa yang akan diusung. DPP PKB belum mengambil sikap terkait ini. Mungkin, setelah Muktamar Nasional digelar," ujar Gus Ali.

Calon DPR RI terpilih dari PKB Malang Raya ini juga menyampaikan muktamar nasional dimungkinkan besar akan dijadikan juga momen untuk menentukan siapa yang nanti akan diusung tahun 2020 oleh DPP. Sehingga dengan hal itu, dirinya tidak ingin berandai-andai siapa yang akan dipilih untuk maju.

"Kita serahkan semua dan seutuhnya kepada DPP untuk hal itu," ucap Gus Ali.

Seperti diketahui, nama yang akan diusung, memang merupakan hak prerogatif pimpinan partai di pusat. Dimana, Ketua DPP partai akan memberikan rekomendasi kepada nama-nama kadernya untuk berkontestasi di Pilkada 2020. Rekomendasi ini pula yang menjadi salah satu syarat bagi KPU untuk menerima pencalonan kepala daerah yang diusung parpol.

Sehingga, rekomendasi pusat itu, menjadi sesuatu yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Walaupun, tentunya secara mekanisme, nama-nama yang akan diusung tetap merupakan aspirasi dari bawah dan di bawa ke tingkat Kabupaten. Seterusnya naik terus sampai pusat.

Jejak rekam kepemimpinan nama-nama yang diusulkan ke DPP, tentunya juga akan disaring dan dibedah oleh mereka. Baik, keberhasilannya, loyalitas, kedekatan dengan masyarakat serta berbagai kebijakannya selama berkiprah selama ini di PKB. Termasuk tentu juga popularitas atau elektabilitasnya di masyarakat luas.

Berbagai faktor itulah yang membuat Gus Ali, yang secara indikator lebih berpeluang diusung. Tidak berani menjawab dan melangkahi keputusan DPP PKB maupun Sanusi yang juga kader PKB dan Plt Bupati Malang saat ini yang juga secara posisi belum bisa dikatakan aman untuk melenggang dalam perebutan kursi N-1 nantinya.

Bahkan Gus Ali lebih memfokuskan hal lain dibandingkan dengan ramainya sejumlah nama yang diajukan dalam pilkada 2020 di Kabupaten Malang. Yakni fokus pada agenda utama PKB.

"Karena itu wewenang DPP dan saya tidak ingin berandai-andai. Yang pasti wajib untuk difokuskan adalah agenda utama PKB, yaitu mewujudkan pendidikan berkualitas dan mendorong lahirnya pengusaha baru. Tentu juga agenda dakwah, sosial dan budaya," pungkasnya.
 

 

End of content

No more pages to load