Diduga Sebar Rilis Giat Baksos ke Berbagai Media, Heri Cahyono: Saya Tidak Ada Hubungan dengan Media Apa pun

Baksos BMH Malang Tercoreng Kepentingan Politik  6

MALANGTIMES - Cukup banyaknya media online yang memberitakan kegiatan bakti sosial (baksos) gelaran Baitul Maal Hidayatullah, YBM PLN, dan MalangTIMES.com di Desa Lebakharjo, Ampelgading, Sabtu (20/07/2019), di satu sisi memperlihatkan kegiatan sosial itu cukup mendapat perhatian banyak pihak. 

Tetapi, di sisi lain, adanya beberapa informasi yang tidak tepat telah membuat berbagai pihak juga mempertanyakannya. Terutama di dalam masyarakat yang akhirnya lahir asumsi bahwa kegiatan baksos BMH, YBM PLN, dan MalangTIMES.com hanyalah "kedok" bagi kepentingan politik praktis menjelang pemilihan bupati (pilbup) Malang 2020 mendatang.

Sasaran dugaan itu pun diarahkan kepada Malang Jejeg yang diinisiatori Heri Cahyono yang telah mendeklarasikan diri akan ikut berkompetisi di pilbup Malang melalui jalur independen. Banyak kalangan menduga Malang Jejeg menyebarkan press release kepada berbagai media yang menuliskan kegiatan baksos di Lebakharjo itu.

Memang sebagian media tetap mencantumkan kegiatan baksos. Tapi ada juga media online yang menuliskan bahwa kegiatan tersebut terselenggara karena adanya Malang Jejeg dan bersama BMH. 

Kepada MalangTIMES, Heri Cahyono secara tegas menolak adanya dugaan pihaknya menyebarkan press release ataupun lainnya kepada media online mana pun. "Tidak ada. Saya malah tahunya dikirimi berita oleh berbagai portal media online itu. Kami sampai saat ini tidak memiliki orang untuk mengurusi media. Kami hanya punya media sosial," kata Heri kepada MalangTIMES.

Dirinya juga menegaskan bahwa Malang Jejeg sebagai gerakan moral tidak akan mungkin melakukan hal-hal yang tidak baik atau jejeg. "Saya jamin itu. Malang Jejeg didirikan sebagai gerakan moral. Kalau ternyata kegiatan itu membuat banyak pihak tidak nyaman, saya minta maaf," ujarnya.

Heri  kembali menyampaikan tidak ada niatan sampai ke arah menunggangi kegiatan sosial untuk kepentingan politik. "Terkait pemberitaan di portal media online pun, saya tegaskan tidak ada itu. Saya hanya mendapatkan kiriman berita yang sudah jadi. Makanya saya heran, baca MalangTIMES kok berbeda dengan berita lainnya," imbuh Heri.

Seperti diberitakan di seri lainnya, kegiatan baksos di Lebakharjo tidak dihadiri wartawan lain, selain wartawan MalangTIMES serta beberapa relawan Malang Jejeg. Sehingga munculnya berbagai pemberitaan tersebut menjadi polemik. Khususnya bagi pihak penyelenggara sendiri yang merasa tidak menerima adanya wartawan lainnya.
Salah satu kutipan yang dipakai dengan judul "Malang Jejeg Bersama BMH Malang Gelar Baksos di Desa Lebakharjo Ampelgading" adalah sebagai berikut: "Kami juga berterima kasih kepada Bapak Heri Cahyono sebagai penggagas pergerakan Malang Jejeg yang telah berpartisipasi serta menyeponsori baksos ini," tulis satu media online yang memberitakan kegiatan baksos Minggu (21/07/2019) lalu dengan narasumber Abdul Karim, pimpinan BMH Gerai Malang.

Kutipan itulah yang membuat berbagai pihak penyelenggara merasakan ketidaknyamanannya. Sebab, Malang Jejeg tetiba menjadi sponsor dalam kegiatan baksos dan memiliki juga hak untuk menyebar brosur politik mendapatkan KTP warga.

Sedangkan pemberitaan lainnya, walau mempergunakan judul yang tidak terlalu menonjolkan Malang Jejeg, isi beritanya tetap menampilkan Heri Cahyono dengan Malang Jejeg serta aktivitasnya untuk melaju dalam pilbup Malang 2020.  Di salah satu media dituliskan: "Warga bahkan dengan sukarela memberikan KTP dukungannya pada Heri Cahyono dari Malang JEJEG untuk maju sebagai Bakal Calon Bupati Malang melalui jalur independen".

Manager Operasional BMH Gerai Malang Sony Abdul Karim juga menyampaikan, pihaknya merasa lepas kontrol akan adanya praktik-praktik politik pada baksos tersebut. Bahkan, tidak terpikirkan jika akan ada kejadian yang cukup mengagetkan itu.

"Memang di kegiatan baksos banyak ditemui yang berkedok baksos. Tanpa pemberitahuan tiba-tiba nyebar brosur tanpa sepengetahuan kita. Dan itu nggak cuma di Malang. Dii tempat lain di kegiatan baksos BMH nasional pun sering. Mereka mengirim relawannya. Ya kita sebagai lembaga namanya ada yang berpartisipasi membantu masak ya ditolak," ucap Sony.

 

Top