Heri Cahyono, Inisiator Malang Jejeg

Heri Cahyono, Inisiator Malang Jejeg


Pewarta

Dede nana

Editor

Heryanto


Baksos BMH Malang Tercoreng Kepentingan Politik  5

MALANGTIMES - Polemik yang berkembang terkait kegiatan bakti sosial (baksos) yang digelar Baitul Mal Hidayatullah, YBM PLN dan MalangTIMES.com di Desa Lebakharjo, Ampelgading, Sabtu (20/07/2019) lalu membuat berbagai kalangan bereaksi keras.

Pasalnya, kegiatan sosial kepada masyarakat Lebakharjo tersebut diduga disisipi atau ditunggangi kepentingan politik jelang perhelatan Pilihan Bupati Malang 2020 mendatang.

Dimana, dugaan tersebut diarahkan kepada Malang Jejeg yang merupakan visi dari Heri Cahyono yang akan ikut serta berkompetisi merebut kursi N1 Kabupaten Malang melalui jalur independen.

Dari berbagai narasumber di lapangan, saat kegiatan baksos, dugaan adanya kepentingan politik dari Heri Cahyono yang membagi-bagikan brosur berisi profil dirinya lengkap dengan visi-misi Malang Jejeg oleh relawannya terbukti terjadi di acara baksos itu.

Bahkan, berbagai berita media online, menuliskan bahwa agenda baksos di Lebakharjo itu merupakan kegiatan yang disponsori langsung Malang Jejeg bersama BMH Gerai Malang. 

Berbagai informasi itulah yang membuat beberapa kalangan, khususnya penyelenggara baksos mempertanyakannya. 

Sampai akhirnya, mencuatkan berbagai dugaan dalam masyarakat bahwa Heri Cahyono melalui Malang Jejeg sengaja menunggangi acara sosial tersebut untuk kepentingan politiknya menghadapi Pilbup Malang 2020.

Kepada MalangTIMES, Heri pun menyampaikan dirinya tidak mengetahui persoalan itu sampai memancing protes berbagai kalangan. 

"Terus terang saya tidak tahu, saya mengertinya dari berbagai portal media terkait itu. Dimana seluruh media menuliskannya secara sama, kecuali MalangTIMES," ucap Heri, Rabu (24/07/2019).

Ia juga mengatakan melalui Malang Jejeg dirinya tidak memiliki afiliasi dengan berbagai media tersebut.

Heri pun menceritakan duduk persoalan polemik tersebut. Bahwa, dirinya dalam kegiatan baksos itu hanyalah ikut dan diajak BMH Malang untuk berpartisipasi. 

Dimana, ajakan itu pun diterima oleh Heri dengan memberikan sumbangan uang kepada personel BMH Malang yang dikenalnya.

"Jadi kita hanya ikut dan diperbolehkan oleh BMH melakukan pembagian brosur dan konversi KTP warga. Kita dapat izin untuk itu, tapi saya tidak pernah memberikan pernyataan apapun kepada media bahwa Malang Jejeg sebagai sponsor kegiatan," ucapnya.

Posisi relawan Malang Jejeg pun di lokasi yang memang tidak ada wartawan, selain MalangTIMES, juga memiliki kegiatan lainnya. 

"Jadi saya jamin bahwa saya tidak menunggangi kegiatan baksos dengan kegiatan politik. Acuan Malang Jejeg jelas dalam hal ini yaitu jejeg. Tapi, apabila hal itu membuat ketidaknyamanan banyak pihak, saya meminta maaf sebesar-besarnya," ujar Heri yang kembali menegaskan, bahwa Malang Jejeg merupakan gerakan moral yang mengusung hal-hal yang baik dan tidak pernah memiliki niatan untuk menunggangi pihak lain.

"Bahkan, saya berkali-kali keberatan atas yayasan dan pondok pesantren saya sendiri bila ikut serta dalam kampanye politik. Saya tutup dan tidak boleh ada embel-embel politik. Pun, berbagai agenda yang saya diizinkan langsung untuk itu saya tolak," ungkapnya. 

Terkait ketidaknyamanan atas aktivitas pembagian brosur visi dan KTP di Lebakharjo, selain meminta maaf, Heri juga mengatakan peristiwa itu sebagai pelajaran berharga bagi dirinya yang menolak tegas, asumsi Malang Jejeg menunggangi acara baksos.

Disinggung terkait pemberi izin relawannya ikut serta dalam baksos di Lebakharjo dari BMH, Heri tidak mengetahui pasti orang yang disebutnya sebagai kawannya itu resmi mewakili BMH atau tidak.

"Saya kurang tahu, karena teman saya dan mengajak partisipasi acara itu saya ikut. Resmi mewakili BMH atau tidak saya kurang tahu," pungkasnya.

End of content

No more pages to load