Tim BMH Malang saat pembukaan acara baksos di Dusun Licin, Desa Lebakharjo, Kabupaten Malang, Sabtu (20/7/2019) (Foto : Igoy/MalangTIMES)

Tim BMH Malang saat pembukaan acara baksos di Dusun Licin, Desa Lebakharjo, Kabupaten Malang, Sabtu (20/7/2019) (Foto : Igoy/MalangTIMES)


Pewarta

Arifina

Editor

Heryanto


Baksos BMH Malang Tercoreng Kepentingan Politik  2

MALANGTIMES -  Bakti Sosial (Baksos) yang digelar oleh Baitul Maal Hidayatullah (BMH) di Dusun Lebaksari, Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Sabtu (20/7) menjadi polemik. Lantaran, kegiatan yang harusnya berisi kegiatan sosial itu harus rela ditunggangi kepentingan politik.

MalangTIMES sendiri yang waktu baksos berlangsung ikut hadir melihat sendiri sekitar 5 orang anggota tim relawan salah satu bakal calon Bupati Malang dengan dalih ikut menjadi donatur kegiatan itu sengaja menyebarkan brosur berukuan kurang kebih kertas hvs A4 berisi foto dan profil Heri Cahyono, figur yang rencana diusung  lewat jalur independen oleh komunitas Malang Jejeg. 

Dalam brosur tersebut tertera riwayat pendidikan sang tokoh hingga kiprahnya di dunia sosial.

Menanggapi persoalan tersebut Manager Operasional BMH Gerai Malang Sony Abdul Karim, saat dikonfirmasi menyatakan dirinya tidak tahu menahu adanya praktik tersebut. Ia mengaku sedang tidak berada di lokasi saat kegiatan baksos tersebut berlangsung.

"Kebetulan saya kemarin nggak ikut, memang saya sedang sakit saat itu. Secara pribadi saya nggak tau kalau ada kejadian seperti itu dalam kegiatan baksos," ujar dia, Selasa (23/7).

Ia menjelaskan, pihaknya merasa lepas kontrol akan adanya praktik-praktik politik pada baksos tersebut. Bahkan, tidak terpikirkan jika akan ada kejadian yang cukup mengagetkan itu.

"Kemarin itu kan kalau ndak salah kita istilahnya lepas kontrol gitu. Jadi kita hanya fokus baksos, pembagian sembako, ya wes itu dan pengobatan gratis itu saja. Jadi nggak sempat mikir itulah, atau mikir dari Malang Jejeg dan sebagainya, hanya mikir kegiatan kita saja," imbuhnya.

Terlepas dari kejadian ini, ia menambahkan jika hal - hal seperti aktor politik kerap terjadi dalam kegiatan baksos BMH di seluruh Indonesia. Mereka berkedok sebagai donatur, namun pada akhirnya menyelipkan kegiatan-kegiatan politik.

"Memang di kegiatan baksos banyak ditemui yang berkedok baksos, tanpa pemberitahuan tiba-tiba nyebar brosur tanpa sepengetahuan kita. Dan itu nggak cuma di Malang, di tempat lain di kegiatan baksos BMH nasional pun sering. Mereka mengirim relawannya, ya kita sebagai lembaga namanya ada yang berpartisipasi membantu masak ya ditolak," ungkapnya.

Mensiasati kejadian yang sama bakal terulang, pihaknya bakal melakukan pengetatan terhadap siapapun yang akan berdonasi untuk kegiatan amalnya. 

"Ini sudah terlanjur, makannya kita akan benahi untuk tidak apa ya biar lebih hati-hati lagi. Kita harus lebih melakukan filter dulu untuk yang ikut berpartisipasi nantinya. Tapi itu memang semua Qodarullah aja, terlepas dari skenario kita," tandasnya.

End of content

No more pages to load