Cegah Stunting, Puskesmas Kedungkandang Bikin Program 'KADO MASBUAS'

MALANGTIMES - Permasalahan Stunting hingga kini masih menjadi sorotan dalam kesehatan. Bagaimana tidak, keadaan yang dialami oleh anak-anak yang bisa menyebabkan pertumbuhan terganggu ini salah satunya karena kurangnya gizi baik dari ibu dan anak saat dalam kandungan.

Padahal pertumbuhan anak tidak dimulai setelah bayi lahir, tapi sejak diketahui Ibu hamil maka bayi tersebut sudah mulai tumbuh secara bertahap.

Dalam hal ini, pencegahan Stunting di setiap wilayah di Kota Malang terus digalakkan oleh Dinas Kesehatan. Saat ini yang tengah di sosialisasikan ke masyarakat melalui GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat).

Namun, meski hal itu sudah selalu dilakukan, Puskesmas Kedungkandang memiliki program pencegahan meningkatnya angka Stunting di wilayahnya. Program ini disebut KADO MASBUAS (Kader Android Memasyarakatkan Budaya Anti Stunting).

Belum lama ini, pihaknya telah melakukan sosialisasi melalui kader-kader kesehatan di wilayahnya untuk penggunaan metode KADO MASBUAS tersebut. Mereka dipersiapkan sebagai kader yang ahli mendeteksi dini masalah gizu dengan menggunakan androidnya.

Dimana melalui metode tersebut, deteksi dini segera bisa diketahui dengan cepat dan sigap oleh layanan kesehatan. "Mereka ini adalah kader kesehatan kami yang aktif menggunakan HP android. Nah, berbekal itu maka kader akan mengetahui deteksi dini dengan melakukan intervensi sesuai kompetisinya," papar Petugas Gizi Puskesmas Kedungkandang, Mutmainah.

Ia menjelaskan dimana kompetensi tersebut meliputi dari pendampingan dan edukasi dengan sasarannya pada remaja putri, calon pengantin putri, wanita usia subur (WUS) Ibu jamil, Buteki (ibu meneteki atau menyusui). Kemudian bayi baru lahir hingga usia enam bulan, orang dengan penyakit Hipertensi, dan pasien DM (Diabetes Melitus).

"Dengan pendampingan dan edukasi dini ini pada bayi, balita dan sebagainya tersebut harapannya bisa menekan angka stunting diwilayah kerja Puskesmas Kedungkandang," imbuhnya.

Kader Android ini nanti akan bekerja dengan melakukan pendataan dimana hal itu akan langsung terdata melalui Microsoft Exel yang disiapkan. Sehingga datanya akan mudah terlaporkan dan pasien dengan gejala Stunting akan segera tertangani.

"Karena kader yang sigap melakukan deteksi dini inilah, akhirnya pencegahan balita stunting dapat dilaksanakan. Kita pun sebagai penyedia layanan kesehatan lebih aktif dengan segera tanggap," pungkas dia.

Top