MALANGTIMES - Berkat Media Sosial (Medsos), pelaku kasus pencurian yang sempat buron selama 8 bulan akhirnya berhasil diamankan, Selasa (22/7/2019) tengah malam. Tersangkanya adalah Tanaka Putra Gemilang warga Jalan Temenggungan Ledok, Kelurahan Kesatrian, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. 

Pria 21 tahun itu diringkus petugas setelah kedapatan melakukan pencurian beberapa perangkat elektronik. ”Kasus ini terungkap setelah tersangka kedapatan menjual barang hasil curian melalui facebook,” kata Kanit Reskrim Polsek Singosari, Iptu Supriyono, Rabu (24/7/2019).

Diperoleh keterangan, aksi pencurian ini terjadi pada Kamis (8/11/2018) sore. Ketika itu, tersangka Tanaka berpura-pura bertamu di rumah korban yang diketahui bernama Sri Kumalawati warga Jalan Tumapel Barat, Kelurahan Pagentan, Kecamatan Singosari.

Semula tersangka sempat berbincang-bincang dengan korban di ruang tamu. Selang beberapa saat kemudian, wanita 49 tahun itu masuk kedalam rumah untuk mengambil hidangan guna menjamu tamunya.

Memastikan keadaan aman, pelaku seketika langsung menggasak satu buah handphone dan satu kamera DSLR milik korban yang kemudian menyimpannya kedalam tas. Merasa sudah mendapatkan barang hasil curian, tersangka kemudian memutuskan untuk berpamitan pulang.

Tidak lama setelah itu, sang pemilik rumah yang menyadari jika barang miliknya telah raib dibawa pelaku, sempat berupaya mencari keberadaan tersangka. Meski sudah dicari selama sepekan lamanya namun pelaku tak kunjung ditemukan, korban akhirnya memilih untuk melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian.

Mendapat laporan, anggota Unit Reskrim Polsek Singosari dikerahkan ke lapangan guna memburu keberadaan pelaku. Hingga akhirnya, Senin (22/7/2019) sore keberadaan tersangka mulai terlacak polisi. ”Melalui akun facebook berinisial TA, tersangka menjual handphone hasil curian ke beberapa grub forum jual beli,” sambung Supriyono kepada MalangTIMES.com.

Setelah memastikan jika handphone yang ditawarkan tersebut merupakan hasil curian. Polisi kemudian menyamar sebagai seorang pembeli, dan mengajak tersangka bertemu. ”Petugas menyamar sebagai seorang pembeli dan mengajak tersangka ketemuan ditempat yang disepakati guna melakukan COD (Cash On Delivery),” terang Supriyono. 

Ketika bertemu untuk melakukan transaksi dan pembayaran itulah, polisi yang menyamar sebagai pembeli langsung meringkus pelaku. Dari hasil penyidikan, tersangka membenarkan jika handphone yang dia jual merupakan barang hasil curian. ”kasusnya masih kami kembangkan, akibat perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP, tentang pencurian,” tutup Supriyono.