Puluhan sepeda motor BB laka yang menumpuk di Unit Laka Lantas Polres Malang Kota.(Doc MalangTIMES)
Puluhan sepeda motor BB laka yang menumpuk di Unit Laka Lantas Polres Malang Kota.(Doc MalangTIMES)

MALANGTIMES - Masyarakat  yang pernah terlibat kecelakaan di Kota Malang dan saat ini kasusnya telah selesai diharapkan segera mengambil barang bukti (BB) kendaraan yang sempat diamankan di Unit Laka Lantas Polres Malang Kota.

Pasalnya, kendaraan barang bukti kecelakaan di Kantor Unit Laka Satlantas Polres Malang Kota bertambah banyak sehingga mempersempit ruang atau halaman kantor. Selain itu, jika tak segera diambil pemiliknya,  maka dikhawatirkan kondisi dari kendaraan  bisa bertambah rusak dan semakin sulit  diperbaiki.

Kanit Laka Polres Malang Kota Iptu Deddy Catur menjelaskan, dalam pengambilan kendaraan barang bukti, prosesnya cukup mudah dan tanpa dipungut biaya.

Pemilik hanya perlu  membawa dokumen kendaraan seperti BPKB maupun dokumen berita acara penyitaan kendaraan yang pernah terlibat insiden kecelakaan.

"Dengan itu saja sudah cukup, bisa diambil. Tapi kembali lagi, asalkan kasusnya sudah selesai. Jangan masalahnya belum selesai, mau diambil. Takutnya yang berperkara salah satunya belum menuntaskan kewajibannya, tapi sudah diambil,"  ucap Deddy.

Mengenai barang bukti kendaraan yang terlibat kecelakaan, Deddy mengatakan saat ini jumlahnya memang semakin banyak. Bahkan, beberapa kendaraan harus terparkir di pinggir jalan depan kantor unit laka. Beberapa kendaraan juga berkarat.

Karena itu, dengan semakin menyempitnya space lokasi kantor unit laka, pihaknya saat ini tengah melakukan upaya pendataan maupun inventarisasi dari berapa jumlah kendaraan yang terlibat kecelakaan sejak beberapa tahun sebelumnya.

"Ya kami imbau segera diambil. Sebab, jika nanti diinventarisasi kemudian ada yang berumur diatas lima tahun, mungkin bisa saja dilelang untuk negara," ungkapnya.