Kejari Musnahkan Ratusan Barang Bukti Kejahatan

Sep 17, 2015 13:16
Suasana pemusnahan barang bukti kejahatan berupa narkotika, miras, uang palsu, dan senjata tajam di halaman belakang Kejari, Kamis (17/9/2015). (Foto: Hilmy/Malangtimes)
Suasana pemusnahan barang bukti kejahatan berupa narkotika, miras, uang palsu, dan senjata tajam di halaman belakang Kejari, Kamis (17/9/2015). (Foto: Hilmy/Malangtimes)

MALANGTIMES - Kejaksaan Negeri Kepanjen (Kejari), Kabupaten Malang memusnahkan barang bukti tindak kejahatan yang memiliki kekuatan hukum tetap berupa narkotika jenis sabu-sabu, ganja, dan pil dextro, dan beberapa senjata tajam hasil sitaan dari berbagai perkara di halaman belakang Kejari, Kamis (17/9/2015)

Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh

"Pemusnahan barang bukti narkoba ini telah membuktikan bahwa pesatnya peredaran narkoba di Kabupaten Malang, dan lebih banyak yang menguasai, menyimpa, dan memiliki, daripada penggunanya sendiri," kata Usman, Kabid Pidum Kejaksaan Negeri Kepanjen, Kabupaten Malang.

Ia memaparkan bahwa semua barang bukti tersebut berasal dari kisaran tahun 2014 hingga bulan Agustus 2015 dan telah memiliki kekuatan hukum tetap sehingga layak dimusnahkan.

"Dari pemusnahan barang bukti tersebut, untuk kasus narkotika, dimusnahkan sabu-sabu, ganja, dan alat hisap berupa bong dari sebanyak 134 perkara. Detailnya, sabu-sabu sebanyak 339.291 gram dan 22 poket, ganja sebanyak 54.631 gram, 13 bungkus dan 13 buah lintingan," paparnya.

Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis

Sedangkan, pil dextro jenis ZP dan dobel L sebanyak 23 perkara yakni, dobel L sebanyak 13.173 butir dan 57 tik. Pil ZP sebanyak 52 tik, dan dextro 42 butir. Untuk senjata tajam (sajam) dari 54 perkara, terdiri atas senjata api, celurit, pisau, samurai, parang, dan gergaji. Serta uang palsu dan puluhan miras. (*)

Topik
narkotikamirasUang Palsusenjata tajam

Berita Lainnya

Berita

Terbaru