Salah satu peserta lomba mewarnai untuk anak berkebutuhan khusus di Kota Malang tengah mendapat arahan dari pelukis Sadikin Pard. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Salah satu peserta lomba mewarnai untuk anak berkebutuhan khusus di Kota Malang tengah mendapat arahan dari pelukis Sadikin Pard. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Hari Anak Nasional (HAN) 2019 diperingati dengan penuh keceriaan oleh sekitar 60 anak berkebutuhan khusus di Kota Malang. Mereka dengan antusias melukiskan impian dan cita-citanya dengan cat warna-warni dengan media talenan atau alas potong berbahan kayu. 

Berlokasi di aula Perpustakaan dan Arsip Kota Malang, hari ini (23/7/2019) anak-anak istimewa itu juga mendapat mentor langsung dari pelukis senior Sadikin Pard. Anak-anak setingkat SD yang selama ini menempuh pendidikan formal di sejumlah sekolah disabilitas di Malang Raya ini semangat untuk mengikuti event lomba mewarnai dan mendongeng yang digelar Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF).

Panitia penyelenggara Lomba Melukis Beautiful World, Anggi mengungkapkan selain untuk menggali potensi anak-anak berkebutuhan khusus, kegiatan ini juga digelar untuk mewarnai peringatan Hari Anak Nasional. 

"Kami mengajak anak-anak disabilitas untuk mengikuti kegiatan ini karena kita percaya mereka punya kemampuan yang sama dengan anak-anak lain pada umumnya. Mereka juga punya bakat dan kemampuan," kata Anggi.

Menurutnya, meski dengan keterbatasan, anak-anak disabilitas bisa menghasilkan karya seni yang bagus. Bahkan karya mereka di atas media talenan ini mendapatkan apresiasi dari para juri, yakni Direktur YDSF Agung Wicaksoni, dan pelukis kaki asal Malang Sadikin Pard. "Juri-juri sangat senang melihat karya anak-anak ini," tutur Anggi. 

Anggi yang juga merupakan Manager Operasional YDSF ini mengungkapkan, lomba-lomba untuk memperingati Hari Anak ini sengaja bernuansa seni. Sebab seni adalah salah satu bidang pendidikan dimana anak-anak bisa belajar, bermain, berkarya. "Lewat mewarnai, anak-anak bisa mengekspresikan dirinya," imbuhnya.

Salah seorang orang tua siswa, Vidya menilai, kegiatan tersebut memiliki dampak yang positif untuk perkembangan anak-anak disabilitas. Bahkan ia berharap agar kegiatan serupa bisa digelar rutin setiap tahun. "Manfaatnya sangat positif, karena dapat menggali potensi anak-anak disabilitas agar mereka bisa bersaing," ujarnya.

Vidya yang memiliki anak berkebutuhan khusus tuna daksa mengakui, anaknya memang sempat kesulitan ketika berpartisipasi dalam lomba mewarnai. Namun keterbatasan tidak menyurutkan semangat putrinya mengekspresikan bakat seni. "Ya kesulitan, apalagi dia mudah lelah. Tetapi anak saya tetap semangat ikut lomba," pungkasnya.