Ratusan barang bukti laka yang nampak menumpuk di Kantor Unit Laka (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Ratusan barang bukti laka yang nampak menumpuk di Kantor Unit Laka (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Ratusan sepeda motor yang merupakan barang bukti kecelakaan, saat ini semakin menumpuk di Kantor Unit Laka Satlantas Polres Malang Kota. Bahkan bukan hanya sepeda motor, di depan Kantor Unit Laka Satlantas Polres Malang Kota, juga terlihat berderet mobil maupun truk yang juga barang bukti kecelakaan.

Puluhan sepeda motor maupun mobil tersebut sudah berada di Kantor Unit Laka Satlantas Polres Malang Kota sejak beberapa tahun yang lalu. Kondisi kendaraan sendiri, terpantau banyak yang sudah berkarat.

Dan sampai kini, banyak dari kendaraan barang bukti kecelakaan yang masih juga belum diambil oleh para pemiliknya. Akibatnya, lokasi atau halaman dari Kantor Unit Laka Satlantas Polres Malang Kota saat ini semakin menyempit karena jumlah kendaraan yang terus bertambah.

Kanit Laka Polres Malang Kota, Iptu Deddy Catur, menjelaskan jika mengenai semakin banyaknya barang bukti laka, terlebih lagi, ditambah dengan barang bukti tilang, memang membuat lokasi kantor Unit Laka Satlantas Polres Malang Kota semakin menyempit.

Karena itu, saat ini pihaknya juga tengah berkordinasi dengan berbagai pihak, untuk mencari formula, penanganan barang bukti laka yang semakin menumpuk di Kantor Unit Laka, Satlantas Polres Malang Kota.

Dari koordinasi memang sempat muncul adanya masukan mengenai pemindahan. Namun dengan pemindaan tersebut, juga  belum bisa direalisasikan.

"Masih terdapat kendala, seperti yang disampaikan anggota, terkadang ada pemilik yang mengambil satu, dua tahun kejadian. Nah, jika misalkan nanti kita taruh di tempat lain, takutnya pemiliknya kesulitan akses untuk mengaksesnya. Ini salah satu kesulitan kita," jelasnya (23/7/2019)

Selain itu, untuk mengenai masalah lahan, hal ini juga menjadi kendala. Sebab, saat ini Unit Laka belum mempunyai lahan jika harus melakukan pemindahan puluhan barang bukti laka tersebut. Namun sempat muncul rencana, jika halaman belakang Polsek Blimbing akan dijadikan lokasi barang bukti, sebab di sana lokasinya masih cukup luas.

" Berkaitan dengan lahan maupun penyewaan lahan, kan berkaitan dengan anggaran. Namun anggaran itu di bagian mana belum tau, yang jelas untuk pembahasan kaitan hal ini sudah ada.  Termasuk juga personel yang berjaga," terangnya

Sementara itu, saat ini pihaknya tengah melakukan pendataan atau inventarisasi jumlah kendaraan barang bukti laka. Jika memang terdapat kendaraan yang hingga di atas lima tahun belum diambil, maka bisa untuk dilelang. Namun mengenai hal tersebut, pihaknya masih akan berkordinasi kembali.

"Pokoknya masih mencari formula yang tepat, pendataan, dan inventarisasi. Mungkin bisa saja kendaraan yang belum diambil di atas lima tahun dan kasusnya selesai, dilelang untuk kas negara," pungkasnya.