Buffer Zona, Solusi Atasi Keresahan Bau Sampah di Masyarakat Kabupaten Malang

Jul 23, 2019 16:50
Renung Rubiyatadji Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Kabupaten Malang (Nana)
Renung Rubiyatadji Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Kabupaten Malang (Nana)

MALANGTIMES - Persoalan bau sampah yang menyengat warga sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Talangagung, Kepanjen, sejak bertahun lalu membuat Pemerintah Kabupaten (pemkab) Malang berancang-ancang membuat buffer zone atau zona penyangga.

Baca Juga : Terkuak, Data Petani Terkena Limbah Greenfields Sejak Tahun Lalu Telah Dilaporkan, Tapi...

Buffer zone itu sebagai bagian menjaga keseimbangan ekosistem di area TPA, sekaligus memecahkan persoalan yang menghantui masyarakat selama ini. Yakni, bau menyengat sampah, khususnya di musim angin cukup kencang di wilayah seputaran Kepanjen.

Dimana, sejak awal tahun 2019, warga telah mengeluhkan persoalan itu. Seperti disampaikan Gaguk, warga Dilem, Kepanjen, yang mengatakan, "Bau ini sudah kayak langganan kalau di sini, mas. Tapi, mau bagaimana lagi kita pernah berkali-kali mengadu juga," ucapnya.

Kondisi inilah yang membuat Pemkab Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berencana membuat buffer zone di berbagai TPA yang ada, baik di Talangagung, TPA Paras dan TPA Randuagung.

"Kami akan menerapkan buffer zone dibeberapa lokasi TPA. Dimana, nantinya akan kita tanami pepohonan di area itu," kata Renung Rubiyatadji Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Limbah B3, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang.

Penanaman sejumlah pohon di area buffer zone TPA tersebut bertujuan untuk melindungi, menjaga kelestarian dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang berada di sekitar TPA. Salah satunya adalah terkait keluhan bau menyengat sampah yang kerap menyerang masyarakat sekitar TPA selama ini.

Seperti diketahui, sampah domestik setiap tahunnya mengalami peningkatan terbilang besar. Di TPA Talangagung, Kepanjen, misalnya, di tahun 2018 lalu, sekitar 200 ton sampah per hari masuk ke wilayah tersebut. 

Baca Juga : Hama Tikus Bikin Buntung, Dinas Pertanian : Alat Bantuan Masih Terkendala Lelang

Melimpahnya sampah tersebut, tidak bisa secara langsung dilakukan daur ulang, sehingga TPA Talangagung pun setiap hari dibanjiri sampah. Tumpukan sampah inilah yang kerap baunya tidak terbendung dengan kondisi di TPA. Khususnya saat angin kencang meniup dan menebarkan bau busuk sampah ke berbagai wilayah di Kepanjen.'

Renung pun menyampaikan, rencana tersebut selain untuk mengurangi aroma busuk sampah di TPA, juga mampu memelihara keseimbangan ekologi, sehingga racun CO maupun buangan CO2 hasil pembakaran sampah dan aroma sampah bisa terserap dalam kawasan penyangga.'

"Dengan adanya buffer zone melalui penanaman pohon bisa diminimalisir efek negatif itu. Bahkan bisa meminimalisir terjadinya tanah longsor,” ujarnya.

Dengan berbagai manfaat tersebut, Renung berharap nantinya buffer zone bisa dikelola dengan baik dan benar.  “Akan sangat berharga bagi warga di sekitar TPA. Karena bisa mengurangi bau dan pencemaran lagi,” pungkasnya. 

 

Topik
MalangBerita MalangPersoalan bau sampah yang menyengat warga sekitar Tempat Pembuangan AkhirDinas Lingkungan Hidupbuffer zone

Berita Lainnya

Berita

Terbaru