Banyak Tersebar Hoaks, Pendidikan Politik Kota Malang Dinilai Perlu Ditingkatkan

MALANGTIMES - Banyak tersebarnya hoaks atau isu tidak benar selama Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 menjadi catatan tersendiri bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang. Sehingga, pendidikan politik dinilai harus terus ditingkatkan kembali sebagai antisipasi Pemilu yang akan datang.

​Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang, Aminah Asminingtyas mengatakan, sepanjang Pemilu 2019 ditemukan kabar hoaks dan ujaran kebencian di media sosial. Meski bisa diatasi, tetapi keberadaan ujaran kebencian itu tetap mengganggu dan diharapkan terus diminimalisir. "Itu sebabnya perlu dikuatkan pendidikan demokrasi kepada masyarakat dan para pemilih," katanya pada wartawan, Senin (22/7/2019).

Dia menjelaskan, pendidikan demokrasi akan melahirkan literasi politik. Diharapkan, keberadaan sosial media nantinya juga dapat menjadi salah satu tempat mengedukasi masyarakat. Sehingga, perbedaan pendapat yang selalu memicu keriuhan di media sosial dan kehidupan bermasyarakat dapat ditekan jumlahnya. "Untuk Kota Malang pada dasarnya aman dan tidak memprihatinkan. Tapi tetap edukasi terus dilakukan," jelasnya.

Perempuan berhijab itu juga menyampaikan, meski sedang tidak berlangsung Pemilu, KPU Kota Malang tetap melakukan sosialisasi dengan menggandeng berbagai elemen. Mulai dari lembaga pendidikan, pemerintah Kota Malang, hingga komunitas. "Untuk sosialisasi tetap dilaksanakan meski tidak ada Pemilu," katanya.

Sosialisasi tersebut menurut Aminah dilakukan dengan berbagai cara. Terutama menyasar pemilih pemula. Dengan harapan, jumlah pemilih pemula bertambah. Di samping itu, pendidikan politik dan pendidikan demokrasi mampu memberi efek positif dalam proses Pemilu ke depannya. "Memang perlu ada kedewasaan menyikapi hal itu. Sehingga perlu ada pengetahuan untuk menjadi pemilih cerdas," pungkasnya.

Top