Polisi saat melakukan olah TKP di lokasi penemuan mayat. (Foto : Polsek Tumpang for MalangTIMES)
Polisi saat melakukan olah TKP di lokasi penemuan mayat. (Foto : Polsek Tumpang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Masyarakat yang tinggal di wilayah Desa/Kecamatan Tumpang dibuat gempar, Sabtu (20/7/2019). Kehebohan warga ini di picu lantaran kasus penemuan mayat yang tergeletak di area ladang setempat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun polisi, mayat yang mebuat warga gempar tersebut diketahui bernama Seman, warga Dusun Sumberingin, Desa Wringinsongo, Kecamatan Tumpang. ”Korban ditemukan pertama dalam kondisi terbujur kaku dengan posisi tidur terlentang di lokasi akses jalan menuju ladang miliknya,” kata Kanit Reskrim Polsek Tumpang Ipda Sigit Hernadi, Minggu (21/7/2019).

Baca Juga : Sehari 9 Korban Covid-19 di Surabaya Meninggal, Gubernur Minta Contoh Magetan Tekan Kasus

Adalah Wartono, warga Dusun Sumberingin, Desa Wringinsongo, Kecamatan Tumpang, yang pertama menemukan mayat tersebut. Ketika itu, saksi yang hendak pulang dari berkebun menemukan korban terkapar tak bernyawa di lokasi kejadian.

Mengetahui hal ini, kakek 60 tahun itu bergegas mengabarkan ke perangkat desa setempat sebelum akhirnya dilaporkan ke pihak kepolisian. Mendapat laporan, anggota Mapolsek Tumpang beserta petugas Puskesmas Tumpang diterjunkan ke lokasi kejadian.

”Dari hasil olah TKP (tempat kejadian perkara), lokasi penemuan mayat yang curam diduga kuat menyebabkan korban terpeleset lantaran memikul kayu sebelum akhirnya ditemukan saksi dalam kondisi tak bernyawa,” sambung Sigit.

Dugaan polisi dikuatkan dengan keterangan beberapa saksi yang menyatakan sempat melihat korban pergi ke ladang miliknya guna mencari kayu bakar. ”Di lokasi sekitar jenazah korban, petugas juga menemukan sebilah golok serta seikat kayu dan bambu yang ditaruh dalam karung,” terang Sigit kepada MalangTIMES.com.

Baca Juga : Pasien Positif Covid-19 Meningkat, Polres Malang Ancam Warga yang Tolak Pemakamannya

Berdasarkan keterangan tim medis, lanjut Sigit, petugas tidak menemukan adanya bekas penganiayaan di tubuh korban. ”Pihak keluarga menuturkan jika semasa hidupnya korban memiliki riwayat sakit stroke dan darah tinggi. Hal itu diduga juga menjadi pemicu korban meninggal dunia,” imbuh Sigit sembari mengatakan jika pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi dan bersedia membuat surat pernyataan bahwa kematian pria 69 tahun itu murni karena musibah.