MALANGTIMES - Pada tahun 2019 ini, pajak daerah Kabupaten Malang ditarget bakal memperoleh lebih dari Rp 215,8 miliar. Dari nominal tersebut, Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) selaku Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mengelolanya, sudah memperoleh pendapatan mencapai Rp 117,6 miliar.

Dari jumlah yang diperoleh hingga awal bulan Juli tersebut, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) digadang-gadang menjadi salah satu sektor yang bakal menyumbang pendapatan pajak daerah terbanyak. Yakni ditargetkan mencapai Rp 64 miliar.

”Sementara ini, sektor PBB masih memperoleh pendapatan Rp 16,7 miliar,” kata Dr Purnadi selaku Kepala Bapenda Kabupaten Malang, kepada MalangTIMES.com.

Pihaknya menambahkan, faktor dari para wajib pajak yang melakukan pembayaran saat mendekati masa tutup buku. Membuat pendapatan PBB sering mengalami kendala. Salah satunya hanya mampu memenuhi target yang ditentukan. Padahal di sembilan kategori pajak lain yang dikelola Bapenda, selalu mengalami surplus.

Sebagai informasi, 10 kategori pajak yang ditangani Bapenda terdiri dari pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, penerangan jalan, mineral bukan logam dan batuan, parkir, air bawah tanah, bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB), dan pajak bumi dan bangunan (PBB).

”Jika dibandingkan dengan tahun lalu, target pendapatan PBB mengalami peningkatan mencapai Rp 200 juta,” terang mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang ini.

Kendati targetnya dinaikkan, lanjut Dr Purnadi, pihaknya tetap optimis jika target bakal terpenuhi di akhir tutup buku 2019 mendatang. Guna merealisasi hal ini, selain merapatkan barisan antar pegawai Bapenda. Pria yang identik mengenakan kaca mata ini juga mengoptimalkan peran teknologi, guna mengerek pendapatan PBB.

”Melalui aplikasi SimplePBB (Sistim Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan), pembayaran pajak kini bisa diakses melalui smartphone. Aplikasinya sudah tersedia melalui playstore dan bisa diinstal secara gratis. Dengan demikian, kami yakin jika target pendapatan PBB bakal segera realisasi,” pungkasnya.