Babinsa Kodim 0818/17 Koramil Ampelgading, Sertu Nur Sohib saat memberikan bantuan sembako kepada warga di Dusun Lebaksari, Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Sabtu (20/7/2019).  (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Babinsa Kodim 0818/17 Koramil Ampelgading, Sertu Nur Sohib saat memberikan bantuan sembako kepada warga di Dusun Lebaksari, Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Sabtu (20/7/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Peduli duafa, MalangTIMES.com bersama Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Gerai Malang dan Yayasan Baitul Mal (YBM) PLN UP 3 Malang mengadakan bakti sosial di Dusun Lebaksari, Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Sabtu (20/7/2019). 

Bantuan yang dibagikan beragam, mulai dari 100 sembako, pakaian pantas pakai, mukena, dan sarung. Ditambah dengan pelayanan kesehatan dan konsultasi sehat jiwa. 

Mereka yang mendapatkan bantuan ini rata-rata merupakan lansia. Raut wajah yang terpancar pun terlihat rona kebahagiaan.

Bagaimana tidak, selain mendapatkan bantuan sembako, mereka berbondong-bondong menikmati pelayanan kesehatan secara gratis.

Mereka pun bebas melakukan konsultasi kesehatan. 

Pimpinan BMH Gerai Malang Abdul Karim mengatakan, bantuan sosial peduli duafa itu merupakan agenda rutin yang dilakukan di desa-desa pelosok yang membutuhkan bantuan.

“Berbagi kebaikan ini merupakan program layanan gratis di pelosok-pelosok seperti halnya di Desa Lebakharjo ini,” kata Abdul Karim.

100 warga yang berhak mendapatkan bantuan ini sebelumnya telah diseleksi pada tingkat RT dan RW. 

Jika mereka layak langsung diberikan kupon untuk mendapatkan bantuan ini.

“Jadi sudah ada yang menyeleksi siapa saja yang layak mendapatkannya dari RT dan RW.  Kemudian disebar kuponnya,” imbuhnya.

Menurutnya, bantuan diterima dengan tepat sasaran, dan bisa bermanfaat bagi warga Dusun Lebaksari, Desa Lebakharjo.

Sementara itu, Kasun Lebaksari Desa Lebakharjo Aji Prayitno menambahkan, bantuan itu diberikan kepada mereka yang membutuhkan, namun dilakukan secara bergilir.

“Jadi bantuan ini diberikan kepada mereka yang belum pernah mendapatkan. Kami gilir supaya merata,” ucap Aji.

Apalagi memang bantuan itu masuk di dusun mereka satu kali dalam se tahun. Sehingga dengan adanya bantuan ini bisa membantu masyarakat di sana. 

“Karena memang akses jalan di sini susah, jadi jarang ada bakti sosial. Kami juga berharap infrastruktur dibenahi,“ harapnya.