Salah satu warga saat memanfaatkan popok bekas untuk replika bonsai di Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo.
Salah satu warga saat memanfaatkan popok bekas untuk replika bonsai di Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo.

MALANGTIMES - Pengolahan limbah popok bekas memang terus digembleng oleh Pemkot Batu. Kali ini 10 ribu pot dari popok bekas mulai direncanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu.

Rencananya 10 ribu pot dari popok bekas itu akan digunakan untuk memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Pemecahan rekor MURI itu dilakukan sebagai kado untuk HUT ke 18 Kota Batu pada 17 Oktober mendatang.

Pembuatan pot dari popok bekas itu akan melibatkan semua bank sampah di Kota Batu. Kurang lebih ada 122 bank sampah yang akan terlibat.

“Rencana ini sudah kami persiapkan dengan matang. Dan bank sampah kita gandeng untuk menyukseskan  rencana ini,” kata Kepala DLH Kota Batu, Arief As Siddiq.

Nantinya 10 ribu pot dari popok bekas itu lanjut Arief, juga akan dimanfaatkan untuk menghias taman dan jalanan di Kota Batu. Sehingga bisa mempercantik setiap sudut jalanan.

Hal ini dilakukan juga sebagai wujud untuk mengedukasi masyarakat di Kota Batu. Bahwa popok bekas bisa dimanfaatkan menjadi barang yang bermanfaat. 

“Meskipun kami telah menyebarkan 5.000 tempat sampah khusus untuk sampah popok, tapi masih saja ada yang buang sembarang,” imbuhnya.

Menurutnya ini juga upaya untuk mengurangi popok bekas di Kota Batu. Untuk mewujudkan Kota Batu bebas dari sampah popok bekas yang menghantui sungai, juga Kota Batu bebas dari sampah tahun 2020.