Antisipasi Kebakaran Hutan, BPBD Kota Batu Pantau Kawasan Hutan 11 Ribu Hektar

MALANGTIMES - Kemarau melanda Kota Batu diprediksi sejak awal bulan Mei hingga November mendatang. Sebagai wilayah dengan banyak kawasan lahan hutan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu lebih fokus pada pemantauan area perhutanan.

“Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terhitung Mei sampai November masuk di kemarau,” kata Kasi Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kota Batu, Achmad Choirur Rochim.

Dengan menghadapi masuknya musim kemarau ada beberapa ancaman yang terjadi di Kota Batu. Diantaranya kebakaran hutan, kebakaran lahan,  kekeringan. Bahkan hingga adanya pontensi ancamaan bencana konflik sosial.

“Konflik masyarakat ini akan terjadi ketika kekeringan terjadi. Terutama pada daerah yang kekurangan air seperti di Desa Pendem,” jelasnya, Kamis (18/7/2019).

Dalam rangka menghadapi ancaman-ancaman bencana pihaknya melakukan rapat koordinasi dengan semua pihak instansi lembaga dan masyarakat, untuk mengambil langkah-langkah dalam menghadapi bencana ini agar tidak terjadi selama musim kemarau ini. 

“Jikapun nanti terjadi yang tidak bisa kita cegah kita sudah menyiapkan langkah-langkah penangan secara terpadu,” tambah Rochim. 

Harapannya nanti jika bencana terjadi bisa ditangani secara cepat, tepat dan efisien secara menyeluruh. Jadi aktivasi sistem terpadu ini adalah bentuk pengorganisasian penanganan bencana yang dilakukan semua pihak di dalam satu pos komando. 

“Jadi kita bentuk pos komando penanganan darurat bencana di mana stakeholder semua pihak ini secara bersama-sama sesuai tugas fungsinya melakukan penangan secara bersama-sama,” imbuhnya.

Menurutnya titik yang perlu diamati dan dipantau rawan kebakaran tentunya kawasan hutan yang menjadi pengelolaan perhutani maupun tahura. Wilayah yang mencangkung Kota Batu itu luasnya sekitar 11 ribu hektar.

“Kemudian lahan-lahan pertanian yang berpotensi kebakaran lahan. Lalu juga lokasi lahan yang di sekitar permukiman yang dikhawatirkan ketika masyarakat melakukan aktivitas membakar bisa merembet dan membakar rumah,” ucap Rochim.

Ya aktivitas membakar sering kali terjadi pada tahun 2018 silam sehingga merembet dan membakar rumah. Selain itu juga perlu diwaspadai dengan kebakaran hutan lahan adalah aktivitas pendaki gunung. Seperti diketahui Kota Batu memiliki beberapa spot lokasi hutan adalah tempat wisata.

“Untuk pendakian atau camping mereka tidak sadar aktivitas mereka bisa mengakibatkan kebakaran. Kita akan mensosialisasikan apa yang tidak boleh dilakukan selama pendakian selama kemarau ini,” ujarnya.

Sedangkan kekeringan yang perlu diwaspadai di beberapa titik yakni di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo.

“Itu yang berkaitan dengan kekeringan lahan pertanian. Kalau berkaitan dengan kekurangan air bersih kita belum mendapat laporan data berkaitan dengan itu,” tutup Rochim saat di Posko BPBD Kota Batu. 

Top