Mengenal wayang Malangan dalam acara Padhang Bulan Candi Jago di Mesem Cafe Art and Gallery Tumpang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Mengenal wayang Malangan dalam acara Padhang Bulan Candi Jago di Mesem Cafe Art and Gallery Tumpang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Menjelang tengah malam  tanggal 14 bulan Sela dalam kalender Jawa atau Rabu (17/7/2019) malam, event Padhang Bulan Candi Jago kembali digelar. Selain doa bersama di pelataran candi yang berlokasi di Dusun Jago, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, itu, keindahan relief candi hingga kesenirupaan Malang juga menjadi bahasan.

Salah satu pembicara, Yon Wahyuono mengungkapkan bahwa umumnya para seniman rupa punya disiplin sendiri, yakni penggalian ide. Mulai dari keluyuran misalnya, termasuk dengan menggali nilai-nilai spiritual dari kebudayaan.

"Seni rupa modern di Malang dipelopori misalnya oleh Pak Kacik. Mereka juga banyak belajar dari nilai-nilai tradisi. Salah satunya mungkin di Candi Jago," ujar salah satu pelukis senior asal Kota Malang itu.

"Candi Jago ini komik besar, komik monumental. Nilai-nilai kemasyarakatan, ilmu pengetahuan, sisi edukasi, keteraturan alam yang dipahatkan di batu. Sayangnya yang semestinya dipelajari itu sekarang kondisinya korat-karit (tercerai berai)," ungkap Yon. 

Sehingga, menurut Yon, perlu adanya upaya untuk melakukan rekonstruksi. Selain itu, mengemas tradisi dalam bentuk yang lebih modern.

Dalam seni terapan yang tertuang dalam bentuk wayang kulit, kesenirupaan Malang juga dinilai memiliki ciri khas khusus. "Jawa Timuran banyak menggunakan warna merah. Untuk wayang Malangan itu ada patron atau pola khususnya. Bentuk celana sebagai busana bawah juga berbeda dari gagrak Jawa Tengah," ujar Ki Wardono, salah satu perajin wayang kulit senior.

Sementara itu, pengasuh Padepokan Seni Mangundharmo Ki Soleh Adi Pramono mengungkapkan harapan agar pelaku seni rupa bisa mengambil peran dalam penyelamatan tradisi. "Misalnya di Wonogiri yang memasukkan gambar wayang sebagai bagian muatan lokal. Anak diajari dan ditugaskan membuat satu wayang paling tidak selama sekolah. Ini bisa dilakukan atau diadaptasi di Malang," ucapnya.

Berlokasi di Mesem Cafe Art and Gallery, DeForest, Jalan Wisnuwardana Tumpang, acara Padhang Bulan Candi Jago juga diwarnai dengan pentas tari topeng serta macapat Malangan oleh Padepokan Seni Mangundharmo. "Ini penyelanggaraan ke-19. Temanya terkait kesenirupaan dalam kerajinan tradisional baik berupa patung, lukisan, batik dan kaligrafi," ujar Lukman Agus, pengelola Mesem Cafe Art and Gallery.