Kondisi jenazah korban kecelakaan saat dievakuasi ke RSSA Malang (Foto : Lantas Polsek Bululawang for MalangTIMES)

Kondisi jenazah korban kecelakaan saat dievakuasi ke RSSA Malang (Foto : Lantas Polsek Bululawang for MalangTIMES)



MALANGTIMES - Nasib tragis dialami Legiman warga Dusun Barek Desa Bantur Timur Kecamatan Bantur. Pria 54 tahun itu tewas usai terserempet sepeda motor, saat melintas di Jalan Raya Pagelaran Kecamatan Pagelaran, Selasa (16/7/2019) malam.

“Korban sempat dilarikan ke RSUD Kanjuruan Kepanjen sesaat setelah terlibat kecelakaan. Namun akibat luka parah di bagian kepala, membuat korban meninggal dunia saat perjalanan menuju rumah sakit,” kata Kanitlantas Polsek Bululawang, Iptu RM Ganeth Hariyawan, Rabu (17/7/2019).

Diperoleh keterangan, sesaat sebelum terlibat kecelakaan. Korban ketika itu diketahui sedang menepikan kendaraan sepeda motor Yamaha Mio nopol N-2083-ED yang dikendarainya, di bahu jalan sebelah barat.

Berselang beberapa saat kemudian, pria yang berusia lebih dari setengah abad itu kembali melaju ke ruas jalan Raya Pagelaran dengan kecepatan sedang. Setibanya di lokasi kejadian tepatnya di kilometer 14-15 arah Bululawang menuju Pagelaran. 

Dari arah selatan melaju sepeda motor Honda CBR nopol L-3303-VI yang dikendarai Francy Kharisma Putra, warga Kelurahan Pakal Nagan Kecamatan Pakal Kota Surabaya.

Lantaran jarak yang terlalu dekat, pria 30 tahun itu tidak bisa menguasai laju kendaraannya. Alhasil kecelakaan pun tak bisa dihindarkan. Legiman yang terserempet, langsung tersungkur ke aspal jalan. 

Sedangkan pengendara Honda CBR yang saat itu membonceng Devi Wulandari (27) warga Kelurahan Pakal Nagan Kecamatan Pakal Kota Surabaya. Tidak mengalami luka dan berhasil selamat usai menyerempet korban.

“Jenazah langsung dievakuasi ke kamar mayat RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar) Malang guna kepentingan penyidikan. Info terbaru korban sudah diserahkan ke pihak keluarga guna proses pemakaman,” terang Ganeth kepada MalangTIMES.com.

Hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian masih terus mendalami hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara). Selain itu, polisi juga menghimpun keterangan dari beberapa saksi.

“Sedikitnya sudah ada tiga orang saksi mata yang dimintai keterangan, sedangkan kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan sudah kami amankan guna kepentingan penyidikan,” ujar Ganeth.

Terpisah, Kanit Laka Lantas Polres Malang, Ipda Agus Yulianto menuturkan jika kasus kecelakaan memang marak terjadi di sepanjang ruas jalan yang ada di Kabupaten Malang. 

Di tahun 2018 lalu misalnya. Sedikitnya ada 711 kasus kecelakaan yang ditangani Polres Malang.

“Dari 711 kasus kecelakaan, sebanyak 185 jiwa meninggal dunia. Sedangkan 1.002 korban mengalami luka akibat kecelakaan,“ pungkasnya.

 

End of content

No more pages to load