MALANGTIMES - Penerapan mesin gesek atau electronic data capture (EDC) e-retribusi di pasar Kota Malang belum bisa dijalankan secara maksimal. Padahal dengan adanya alat tersebut disinyalir mampu menekan kebocoran karcis yang beredar.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang, Wahyu Setianto mengatakan ada beberapa kendala yang menyebabkan belum terealisasikannya penerapan e-retribusi di semua pasar Kota Malang. Diantaranya, sinyal yang susah ditangkap EDC, kemudian ada beberapa pasar yang belum sepenuhnya terpasang mesin gesek tersebut.

"Jadi di sana (pasar - pasar) ada sedikit kendala itu beberapa alatnya ngadat. Iya memang di sana memakainya tinggal menggesek, tapi sinyalnya kan tetap dari provider. Terkadang seperti di Pasar Besar lantai bawah itu sinyalnya susah, kalau pasar lain seperti Pasar Bunul itu kadang - kadang mengalami eror," ujar dia.

Namun, pihaknya menjelaskan berbagai upaya sudah sering dilakukan untuk menanggulangi permasalahan tersebut. Salah satunya dengan melakukan koordiinasi kepada penyedia (Bank Jatim). Karena kendala tersebut, saat ini e-retribusi baru berjalan sekitar 80 persen.

"Kami sudah sering koordinasi dan memang nanti ada pendampingan. Kalau ngadat ya sementara itu kita tetap pakai karcis, terpungutnya jadi manual. Karena ada kendala saat ini sekitar 80 persen lah, tapi ada peningkatan, sebelumnya 70 persen," imbuhnya.

Selain itu, banyaknya pedagang yang mengeluhkan biaya administrasi kartu yakni Rp 5 ribu per bulan juga menjadikan kendala tersendiri. Karenanya, Wahyu menjelaskan uapaya lebih lanjut telah dilakukan dengan pihak penyedia agar memberikan perlakuan khusus kepada para pedagang.

"Saya sudah berkirim surat kepada Bank Jatim (penyedia), kalau bisa mohon ada perlakuan khusus misalnya nggak usah administrasi. Karena fasilitas kan dari Bank itu," paparnya.

Sedangkan hingga saat ini masih ada beberapa pasar yang belum sepenuhnya terpasang EDC. Yakni, Pasar Besar, Pasar Madyopuro, Pasar Blimbing dan Pasar Induk Gadang. "Tapi mereka sudah buka rekening, hanya belum ada alatnya. Kita masih upayakan mudah - mudahan dalam waktu dekat ini sudah," pungkasnya.