MALANGTIMES - Plt Bupati Malang Sanusi mengajak seluruh elemen, baik di pemerintahan, swasta, dan kelompok masyarakat, untuk bersama-sama bergerak dalam program bedah rumah di Kabupaten Malang.

Ajakan tersebut upaya untuk menuntaskan target bedah rumah sebagai salah satu upaya dalam pengentasan kemiskinan. Ada sebanyak 1.500 unit  rumah yang dibedah tahun 2019 ini.

"Tahun ini target bedah rumah 1.500 unit. Baru terselesaikan setengahnya di bulan ini. Karena itu, saya mengajak seluruh elemen untuk bergerak bersama," kata Sanusi, Rabu (17/07/2019) seperti yang disampaikannya di acara Gema Desa di wilayah Pagelaran.

Sisa jumlah yang belum tersentuh, yakni sebanyak 750 unit, yang diminta politisi PKB ini untuk bisa ditangani secara bersama-sama. Bukan hanya di tingkat organisasi perangkat daerah (OPD) saja, tapi juga bisa bersama elemen masyarakat lainnya.

"Ini harapan kami sehingga program bedah rumah ini tidak hanya terlihat sebagai kewajiban pemerintah saja. Tapi masalah kemiskinan adalah masalah kita bersama. Sinergi seluruh pihak bisa menjadi kekuatan dalam pembangunan di Kabupaten Malang," ujar Sanusi.

Seperti diketahui, program bedah rumah didanai dengan anggaran daerah dan pemerintah pusat melalui dana alokasi khusus (DAK). Tahun 2019 ini, Pemkab Malang mengalokasikan sekitar Rp 10 miliar yang berada di pos bantuan sosial (bansos). Anggaran tersebut dialokasikan untuk rehabilitasi rumah sebanyak 1.000 unit. Sedangkan melalui DAK, direncanakan bisa mendukung pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak 500 unit dengan nilai anggaran sekitar Rp 15 miliar.

Dengan alokasi anggaran itulah, Sanusi mengimbau agar elemen lainnya ikut serta bergerak mendukung program bedah rumah yang telah berjalan sekitar 4 tahun lebih di Kabupaten Malang.  Pasalnya, untuk rehabilitasi RTLH (rumah tidak layak huni), dimungkinkan masih membutuhkan bantuan dari berbagai elemen tersebut.

 "Dari data untuk rehab, bantuannya Rp 15 juta per unit. Jadi, ini tentu perlu adanya bantuan lain. Di sini kami mengajak semua elemen bergerak bersama," ujar Sanusi.

Dia  mencontohkan bahwa dalam berbagai kegiatan Gema Desa, Pemkab Malang menggandeng berbagai unsur masyarakat dalam bedah rumah. "Di Pagelaran kemarin (16/07) bedah rumah didukung juga oleh Forum Komunikasi Warga Tionghoa Malang Raya. Selain itu, ada dari pihak Baznas dan Bank Jatim yang setiap program bedah rumah selalu mendukung Pemkab Malang. Ini yang harus terus ditingkatkan," pungkas Sanusi.