Kondisi jenazah Purwati sesaat sebelum dievakuasi ke kamar mayat RSSA Malang (Foto:Humas Polres Malang for MalangTIMES)
Kondisi jenazah Purwati sesaat sebelum dievakuasi ke kamar mayat RSSA Malang (Foto:Humas Polres Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Nasib nahas dialami Purwati warga Jalan Mawar Dusun Wiyangan Desa Sekarpuro Kecamatan Pakis. Wanita 59 tahun yang semasa hidupnya tinggal sebatang kara itu, ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya, Selasa (16/7/2019) siang.

“Diduga kuat penyebab kematian korban karena penyakit asma akut dan bronkitis. Usai dievakuasi jenazah korban langsung dilarikan ke kamar mayat RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar) Malang guna kepentingan penyidikan,” kata Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun MalangTIMES.com, kasus penemuan mayat diketahui pertama kali oleh Miatin (adik kandung korban). Tepatnya sekitar pukul 11.30 WIB, sepulang dari menjemput anaknya sekolah. Saksi yang kala itu melintas di depan rumah Purwati, mencium aroma tak sedap yang bersumber dari dalam rumah korban.

Merasa ada yang tidak wajar, wanita 47 tahun itu bergegas mengabarkan ke suaminya yang bernama Sugianto (44). Tidak lama setelahnya, keduanya lantas mendobrak pintu belakang rumah korban yang saat itu terkunci. Ketika berhasil mendobrak dan masuk kedalam rumah, kedua saksi melihat korban dalam kondisi tergeletak di depan televisi dengan dua tangan menengadah ke atas kepala.

Mengetahui jika saudaranya meninggal dunia, kejadian ini akhirnya dilaporkan aku perangkat desa setempat yang kemudian dilanjutkan ke Mapolsek Pakis. Mendapat laporan, petugas kepolisian bergegas menuju ke lokasi kejadian.

Dengan dibantu warga, jenazah korban langsung dilarikan ke kamar mayat. “Berdasarkan keterangan medis, petugas tidak menemukan adanya luka bekas penganiayaan di tubuh korban,” sambung Ainun kepada MalangTIMES.coa

Dugaan korban meninggal lantaran penyakit asma akut dan bronkitis itu juga dikuatkan dengan berbagai barang bukti yang ditemukan polisi di lokasi kejadian. “Dari hasil penyidikan, petugas menemukan kartu berobat dan sisa obat-obatan milik korban,” terang perwira polisi dengan tiga balok di bahu ini.

Selain itu, berdasarkan keterangan beberapa saksi yang dihimpun polisi. Wanita yang nyaris berusia kepala enam itu, juga sempat mengeluh sakit kepada saudaranya. Lantaran tak berdaya dan korban yang hanya tinggal sebatang kara, membuat Sugiarto (adik ipar korban) memutuskan untuk mengantar Purwati ke Puskesmas Pakis pada Kamis (11/7/2019) pagi.

Ketika berobat, petugas puskesmas mengatakan jika korban mengalami penyakit asma dan bronkitis. Usai medapatkan penanganan dan diberi obat, korban akhirnya dibawa pulang kerumahnya.

Berselang dua hari kemudian, tepatnya pada Sabtu (13/7/2019). Warga masih melihat korban beraktivitas di dalam rumahnya. Sebelum akhirnya Purwati ditemukan meninggal dunia Selasa (17/7/2019) siang.

 “Pihak keluarga korban bersedia membuat surat pernyataan dan menolak dilakukan otopsi terhadap jenazah Purwati,” tutup mantan Kasat Binmas Polres Malang ini.