Suasana dalam workshop pelatihan e-commerce dan pengambilan foto yang dilakukan oleh pemateri dari Unikama (Unikama for MalangTIMES)
Suasana dalam workshop pelatihan e-commerce dan pengambilan foto yang dilakukan oleh pemateri dari Unikama (Unikama for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Saat ini, kemajuan teknologi juga berdampak pada segala sisi kehidupan. Baik itu ekonomi, sosial maupun budaya. Dari sisi ekonomi, seseorang bisa meningkatkan penjualan dengan memanfaatkan teknologi internet.

Baca Juga : Tak Mau Seperti Menara Gading, UIN Malang Aktif Membantu Masyarakat Terdampak Covid-19

Namun sayangnya, memang tak bisa dipungkiri, saat ini masih banyak masyarakat khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM)
yang asing dengan dengan perkembangan teknologi, seperti internet, media sosial dan peralatan teknologi lainnya.

Padahal, jika memanfaatkan media tersebut dengan strategi yang benar, maka bukan tidak mungkin hal itu akan berdampak pada meningkatnya order maupun pemasukan dari para pelaku UMKM di Kota Malang.

Melihat itu, berperan serta dalam memajukan UMKM di Kota Malang, Program Studi (Prodi)  Sistem Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) bekerja sama dengan instansi pemerintahan di Pemkot Malang, hari ini (16/7/2019), membeberkan materi jurus-jurus jitu dalam pemasaran UMKM secara online.

Materi tersebut diberikan kepada 160 pelaku UMKM dari 57 Kelurahan di Kota Malang. Jumlah para peserta tersebut terbagi menjadi empat sesi pelatihan, dan dimulai dari tanggal 10 Juli 2019 sampai 16 Juli 2019.

Kaprodi Sistem Informasi, Unikama, Yoyok Seby Dwanoko S.Kom, M.Kom yang juga merupakan salah satu pemateri dalam workshop pembinaan di Telecenter Daragati, Perkantoran Terpadu Gedung B, menjelaskan jika dalam hal ini, juga merupakan sebagai bentuk pengabdian kami kepada masyarakat.

"Ada dua materi yang kita berikan kepada para peserta, pertama mengenai e-commerce dan yang kedua mengenai foto produk," jelasnya ketika dihubungi Malang TIMES (16/7/2019).

 

 

Lanjutnya, dalam materi pertama mengenai e-commerce, ternyata, memang banyak dari para peserta yang belum memahami atau memiliki akun e-commerce. Sehingga dari situ, pihaknya mengajarkan para peserta mulai dari dasar bagaimana dalam memanfaatkan situs marketplace secara optimal.

Baca Juga : Dampak Covid-19, Beasiswa LPDP ke Luar Negeri Ditunda Tahun Depan

"Banyak yang belum punya akun di marketplace, kita ajari buat akun sampai proses penjualan produk mereka," bebernya.

Pemanfaatan situs marketplace, akan lebih diperkuat lagi dengan cara pengambilan gambar atau foto sebuah produk dengan komposisi yang pas dan tak sembarangan. Dengan begitu, akan membuat produk yang dipajang pada situs marketplace bisa menarik perhatian dari para konsumen.

"Foto ini memiliki peran penting. Karena foto ini yang akan berbicara sebagai marketingnya, sehingga tak bisa disepelekan. Harus diperhatikan mulai dari angle, pencahayaan dan fokus," paparnya.

Selain itu, pihaknya juga menyampaikan, dengan pemanfaatan situs marketplace, jangkauan penawaran dari produk, akan jauh lebih luas. Meskipun dalam hal pemasaran juga dapat dilakukan dengan menggunakan media sosial, namun Yoyok menyebut, jika penggunaan situs marketplace juga jauh  lebih aman dibandingkan dengan melalui media sosial.

"Kalau lewat marketplace, kan secara legalitasnya akan ditanyakan dan benar-benar terjamin. Nomor telepon juga akan unik. Satu nomor telfon satu produk. Pembayaran juga jauh lebih aman, karena tentunya melalui pihak situs marketplace dulu, kalau ada yang melanggar akan kena suspend," terang Yoyok.

Terakhir pihaknya berharap, dengan adanya pelatihan ini, kedepan para pelaku UMKM bisa memasarkan produk karya mereka memanfaatkan teknologi internet, yang itu berimbas pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan para pelaku UMKM. Ditambah, wawasan para pelaku UMKM mengenai teknologi informasi serta tata caranya diharapkan juga semakin berkembang.