Salah satu akses jalan pertanian di Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Salah satu akses jalan pertanian di Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Demi kelancaraan usaha pertanian, beragam cara terus diupayakan Pemkot Batu. 

Kali ini dengan mengembangkan jalan pertanian melalui program Jalan Usaha Tani (JUT) dan Jalan Produksi (Japro) di tengah area persawahan.

Program JUT ada tiga titik yakni di kawasan Kelurahan Temas, Desa Pendem, dan Desa Pandanrejo. 

Sedangkan Japro dilaksanakan di empat titik yakni di Desa Punten, Torongrejo, Desa Tlekung, dan Desa Sumber Brantas.

Masing-masing titik akan dibangun jalan makadam kurang lebih sepanjang 200 hingga 300 meter dengan lebar jalan kurang lebih 2,5 meter hingga 3 meter.

“Untuk lebar jalan ini tergantung pada kondisi jalan di areal sawah. Intinya mengondisikan jalan daerah tersebut,” kata Sekretaris Dinas Pertanian Kota Batu Hendry Suseno.

Ia menjelaskan untuk satu titik jalan tersebut menghabiskan anggaran kurang lebih Rp 170 juta hingga Rp 200 juta. 

Rencananya, dua program yang tersebut akan dilaksanakn pada tahun 2019.

“Di tahun 2019 ini akan segera dilaksanakan ada di tiga titik,” imbuhnya.

Untuk program JUT itu akan dibangun untuk areal persawahan tanaman pangan. 

Tetapi untuk program Japro dipergunakan di area persawahan buah-buahan dan sayuran. 

“Dengan adanya program ini tentunya akan membantu para petani. Juga mempermudah akses, efisiensi waktu dan tenaga,” jelas Hendry.