Ribuan mahasiswa Unikama yang melakukan Apel sebelum berangkat KKN (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Ribuan mahasiswa Unikama yang melakukan Apel sebelum berangkat KKN (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

1500-an mahasiswa bersama dosen pendamping Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) dilepas oleh Bupati Malang yang diwakili oleh Asisten 1 Pemerintah Kabupaten Malang, Abdul Qodir S.Sos di halaman Unikama. 

1500-an mahasiswa dan dosen pendamping yang mengenakan kaos seragam, kombinasi warna hitam, merah tersebut akan melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di beberapa tempat di Kabupaten Malang.

Baca Juga : Belajar dari Rumah Lewat TVRI Mulai Hari Ini, Intip Jadwalnya Yuk!

1500-an mahasiswa itu berasal dari 16 program studi atau berasal dari enam fakultas, yakni Fakultas sains & teknologi, Fajuktas bahasa & sastra, Fakultas hukum, Fakultas ekonomika & bisnis, Fakultas peternakan, Fakultas ilmu pendidikan.

Dengan semangat dan tema KKN sebagai pemacu kualitas peningkatan sumberdaya manusia pembangunan bangsa, para mahasiswa tersebut akan disebar ke Sumbermanjing Wetan 12 desa, Tirtoyudo 10 desa, Wagir dua desa, Pakisaji dua desa dan Kepanjen satu kelurahan. Selama 40 hari, mulai tanggal 15 Juli 2019 sampai 31 Agustus 2019, para mahasiswa akan menjalani beragam kegiatan yang melibatkan masyarakat.

Dalam sambutannya, Asisten 1 Pemkab Malang, Abdul Qodir, mengatakan, jika KKN Unikama yang dilakukan oleh Unikama, memanglah sangat berpengaruh dan mempunyai dampak positif bagi pembangunan, khususnya di Kabupaten Malang.

"Memang sangat kami butuhkan, karena pembangunan khususnya di Malang Selatan kan daerah perbatasan, kondisi masyarakatnya juga masih jauh dengan perkotaan. Makanya kami atas nama pemerintah daerah sangat berterima kasih sekali," jelasnya.

Maka dari itu, pihaknya sangat mendukung kegiatan KKN yang dilakukan oleh Unikma. Dijelaskannya juga, jika pembangunan yang dilakukan oleh Pemkab, tentunya tak akan optimal, tanpa peran serta dari instansi lain yang membantu dalam proses pembangunan.

"Ya misalkan saja dari unsur pendidikan, masyarakat, makanya dengan adanya KKN dari Unikama ini, kami sangat membutuhkan apa hasilnya yang bisa menjadi masukan Kabupaten Malang untuk terus berupaya memajukan daerah," bebernya.

Dari KKN tentunya akan diketahui jelas, apa yang memang menjadi problem yang belum tersampaikan di daerah kepada Pemkab Malang. "Nanti kan diketahui, para mahasiswa bertemu dan berbaur langsung dengan masyarakat. Dan sekali lagi kegiatan ini sangat berdampak sekali, khususnya dalam upaya peningkatan SDM dan penurunan kemiskinan," jelasnya.

Sementara itu, Rektor Unikama, Dr Pieter Sahertian mengatakan, sebelum turun melaksanakan KKN, para koordinator desa dan ketua kelompok maupun dari pihak kampus, turun ke lapangan untuk mengidentifikasi apa saja permasalahan serta kebutuhan yang memang diperlukan oleh masyarakat.

"KKN pola sekarang berbeda dengan KKN tahun 80 an. Desa sekarang sudah lebih maju, dari segi infrastruktur dan dukungan pemerintah sangat besar, sehingga saat ini lebih kepada program pengabdian masyarakat hilirisasi dari temuan penelitian maupun pengetahuan yang sudah diperoleh mahasiswa kemudian mereka coba berdayakan," bebernya.

Baca Juga : Cegah Covid 19 Pada Lansia dan Anak-Anak, Pemkot Batu Akan Beri Tambahan Nutrisi

Lebih lanjut ia menjelaskan, jika nantinya kegiatan KKN ini bisa terus berlanjut dan tidak berhenti satu atau dua kali, sehingga hal tersebut bisa menjadi sebuah rutinitas yang menjadikan kegiatan KKN sebagai kegiatan pembinaan.

"Bukan hanya KKN Mahasiswa, namun juga pengabdian dosen yang bisa diarahkan kesana agar lebih memberikan kontribusi. Dan di sini lebih pada pemberdayan masyarakat, bagimana mengubah mindset, supaya mereka bisa punya pola hidup yang menyesuaikan dengan dinamika yang terjadi di desa," imbuh rektor berkacamata itu.

Yang jelas, tentunya Unikama akan terus berupaya melakukan hal-hal yang bermanfaat dan terus untuk berkontribusi kemajuan daerah, khususnya di Kabupaten Malang.

Dalam pelepasan mahasiswa KKN tersebut, dilakukan dengan seremonial penekanan tombol sirine yang disertai dengan pelepasan ratusan balon ke udara. Dalam kegiatan tersebut, juga berlangsung semarak dan diwarnai dengan senyum penuh semangat oleh para mahasiswa.