MALANGTIMES - Rencana pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari masih harus bersabar menunggu. Setelah berbagai tahapan dilalui tahun lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang dan pengembang KEK Singosari belum bisa melaksanakan rencana pembangunan tahap I.

Itu karena masih ada satu tanda tangan kementerian yang belum dibubuhkan. Yaitu tanda tangan menteri perindustrian sebagai bagian dari salah satu rekomendasi yang wajib ada dalam melaksanakan pembangunan KEK Singosari.

 Hal ini dibenarkan oleh Tomie Herawanto, kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang. Sosok yang namanya ramai juga dibicarakan dalam bursa calon bupati dalam Pilkada Kabupaten Malang 2020 itu mengatakan bahwa seluruh proses telah dilalui dalam rencana pembangunan KEK Singosari tahap I.

"Naskah akademik untuk PP (peraturan pemerintah) sudah di meja presiden. Tapi belum bisa diproses karena ada rekomendasi yang belum keluar. Yakni, terkait rekomendasi dari Kementerian Perindustrian. Pak Menteri belum tanda tangan," ucap Tomie, Senin (15/07/2019).

Mantan kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Malang ini melanjutkan bahwa dalam mewujudkan pembangunan KEK, terdapat 15 kementerian yang terlibat dalam penyusunan PP. Seluruh kementerian itu wajib memberikan rekomendasi terkait rencana KEK.

 "Tanpa adanya satu rekomendasi, KEK masih belum bisa dibangun. Ini pula yang terjadi di kita," ujarnya.

Disinggung terkait belum dikeluarkan rekomendasi dari Kementerian Perindustrian, dari hasil koordinasi yang dilakukan oleh Pemkab Malang melalui Tomie, ternyata ada persyaratan administratif yang belum dipenuhi. Persyaratan tersebut salah satunya adalah terkait regulasi yang belum ada. Yakni, regulasi mengenai industri kreatif yang ternyata meleset dari perencanaan terdahulu.

Tomie menyampaikan, KEK Singosari yang mengusung tiga sektor nantinya, yaitu pariwisata, technopark dan industri kreatif, ternyata membutuhkan seluruh regulasi yang ada sebagai bagian dalam penyusunan PP KEK Singosari.
"Tadinya kami berharap penyusunan regulasi untuk industri kreatif bisa dilakukan bersamaan dengan penyusunan PP. Tapi ternyata tidak bisa. Sehingga regulasi untuk industri kreatif yang belum terpenuhi," ungkapnya.

Seperti diketahui, proses untuk mewujudkan megaproyek KEK Singosaeri telah dimulai sejak tahun lalu. Berbagai rangkaian kegiatan, survei lokasi oleh Dewan KEK Nasional, sampai dengan sidang lolos tidaknya KEK Singosari telah dilewati oleh seluruh tim Pemkab Malang. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut berjalan secara lancar walau beberapa kali memang tidak sesuai dengan rencana dari tingkat daerah. Kini, rencana pembangunan KEK Singosari terhadang regulasi daerah terkait insdustri kreatif.

Tomie juga menyadari panjangnya proses itu. Tapi,  seluruh persyaratan memang wajib dipenuhi untuk mewujudkan megaproyek itu. "Seluruh tahapan dikawal bertahun lalu. Kami tetap optimis untuk ini. Terkait kekurangan regulasi, kami langsung geber juga ini," ujarnya.

Dia mengatakan Pemkab Malang mulai melakukan penyusunan draf terkait regulasi daerah tersebut. "Semoga penyusunan regulasi tentang industru kreatif ini tidak terlalu lama. Sehingga PP KEK pun dapat cepat ditandatangani," pungkas Tomie.