Delapan Hari, Tiga Laka Maut Terjadi, Empat Nyawa Terenggut

MALANGTIMES - Beberapa hari belakangan, mulai tanggal 7 Juli 2019 hingga 14 Juli 2019, banyak kabar duka dari jalan. Pasalnya, dalam rentan waktu tersebut, tiga kecelakaan demi kecelakaan nahas yang memakan korban jiwa terjadi beruntun di wilayah Kota Malang.

Yang pertama pada 8 Juli 2019. Sebuah bus bernopol AA 1405 EA yang melanggar jalur di Jalan Ahmad Yani Utara, menabrak sebuah sepeda motor bernopol N6291 JQ. Motor tersebut ditumpangi oleh seorang anak kecil bernama M Dzaki (6) bersama ayahnya yang seorang Supeltas bernama Anang Andrianto (28), warga Jalan Teluk Bayur, Blimbing, Kota Malang.

Saat itu, korban bersama ayahnya, berboncengan melaju keluar dari kawasan Polowijen, putar balik menuju arah selatan. Namun, tak disangka, terdapat sebuah bus besar yang melawan arus di jalur timur bawah flyover, melintas dari arah selatan ke utara.

Akibatnya, motor yang ditumpangi ayah dan anak tersebut langsung tertabark bus. Ayah Dan anak  dan anak sama-sama terkapar di jalanan akibat bus yang nekat melawan arus di area flyover. Sang anak mengalami luka parah dan sempat tertindih oleh motor. Namun nahas, saat upaya perawatan di rumah sakit, nyawa korban tak tertolong.

Kemudian kejadian kedua pada 11 Juli 2019. Kecelakaan maut antara Honda Jazz bernopol N 1244 RD yang dikendarai oleh Wijaya Salim (29) dan juga sepeda motor bernopol N 6068 AY yang dikendarai oleh Nuriyanto (57) terjadi di Jalan Bandungan Sutami, depan SPBU pada pukul 04.00 wib.

Mobil Honda Jazz yang ditumpangi oleh dua wanita dan tiga laki-laki itu, menabrak motor Nuriyanto yang berjalan pelan dari arah utara menuju arah Galunggung dengan keras. Saat itu, mobil yang dikendarai Wijaya melaju cukup kencang dari arah Galunggung. Tepatnya di jalan yang sedikit menikung, mobil melaju melewati marka dan di saat bersamaan melaju motor korban dari arah berlawanan.

Dari situ, akhirnya tabrakanpun tak bisa terhindarkan. Usai tabrakan, pengemudi mobil sempat akan kabur, namun karena usai menabrak korban, mobil tersebut juga menabrak pagar rumah warga sehingga dalam kondisi ringsek dan tak bisa berjalan.

Setelah kecelakaan, diketahui pengemudi mobil dan penumpangnya dalam kondisi mabuk usai pulang dari tempat hiburan malam. Dan kondisi korban Nuriyanto yang kritis kemudian dirawat di RSSA Kota Malang, namun 2,5 jam kemudian, korban menghembuskan nafas terakhir.

Kemudian pada 13 Juli 2019, sekitar pukul 17.00 wib, kecelakaan maut adu banteng terjadi di Jl Raya Tlogowaru, depan Langgar Waqof Al-Idris, Kota Malang. Dari kecelakaan adu banteng tersebut, dua orang pengendara motor harus meregang nyawa karena mengalami luka parah.

Kejadian tersebut bermula, ketika kendaraan  Kawasaki Ninja N-5423-EEA  yang dikendarai Mistur (42) warga Jalan  Sumber Suko, Tajinan, Kabupaten Malang, berjalan dari arah barat ketimur.

Dan saat itu, ia mencoba  menghindari lubang di tengah jalan, dengan haluan kekanan. Disaat bersamaan, dari arah berlawanan, melaju motor Honda Beat N-5193-EEI yang dikendarai oleh Yanu Purwito (42) berboncengan dengan anak istrinya.

Karena haluan motor yang dikendarai Mistur terlalu kekanan saat menghindari lubang jalan, maka tabrakanpun tak bisa terhindarkan. Akibatnya, pengendara motor Honda Beat yang mengalami luka parah pada kepala dan kaki, harus meregang nyawa di lokasi kejadian, sedangkan anak dan istrinya masih selamat dan hanya mengalami luka-luka. Sementara pengendara motor Ninja, meninggal usai menjalani perawatan di RSUD Kota Malang.

Kanit Laka Polres Malang Kota, Iptu Deddy Catur, memang membenarkan adanya kejadian tersebut. Dalam beberapa hari, memang terjadi Laka lantas yang menyebabkan korban jiwa. "Memang ada beberapa kejadian, saat ini kasusnya masih dalam proses penangganan," bebernya.

Selain itu, pihaknya juga menegaskan, agar semua pengendara mematuhi semua aturan dan rambu lalu lintas yang ada. Sebab, jika tidak, tentu akan terjadi kejadian yang bisa merugikan banyak pihak. Pihaknya juga meminta, para pengendara untuk bisa menjadi pelopor keselamatan dalam berlalu lintas. Sebelum berkendara, perlu dipersiapkan segala sesuatunya, seperti surat-surat dan kelengkapan kendaraan.

"Patuhi peraturan lalu lintas, berhati-hati dan waspada dalam berkendara, hindari berkendara dengan kecepatan tinggi yang mengakibatkan laka lantas dan merugikan bagi pengguna jalan lain. Jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas dan budayakan keselamatan sebagai kebutuhan, jangan lupa berdoa sebelum berkendara agar selamat sampai  tujuan," pungkasnya.

Top