MALANGTIMES - Berdirinya Museum Ganesya, yang dibuat oleh Hawai Water Park Group Malang, banyak mendapatkan Apresiasi dari berbagai kalangan. Salah satunya dari Direktur Pelestarian Cagar Budaya Dan Permuseuman, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Fitri Arda.

Dijelaskan, museum tersebut bisa menjadi salah satu ruang publik dalam perannya memajukan kebudayaan bangsa. Apalagi, koleksi di museum tersebut, juga sangat lengkap mulai dari zaman Majapahit, Singosari hingga zaman penyebaran Islam di Jawa.  Wisata budaya ini bisa dimanfaatkan banyak orang, khususnya pelajar sebagai literatur dalam mempelajari sejarah.

"Kami mengapresiasi betul apa yang dilakukan pihak swasta seperti Hawai Water Park Grup ini. Museum sebagai salah satu ruang publik dalam kemajuan kebudayaan. Ke depan kami ingin di sini ada penguatan zonasi pendidikan bagi para pelajar, bagaimana anak sekolah bisa datang ke sini berkaitan dengan kebudayaan. Dan sekali lagi kami terima kasih ke Hawai bisa mendirikan museum sebagai tempat edukasi dan rekreasi," bebernya.

Ia juga menyampaikan saran kepada pihak pengelola museum, agar nantinya membuat database mengenai barang-barang koleksi museum. Hal itu tentunya agar bisa mempermudah mengelola koleksi yang jumlahnya begitu banyak.

"Kami mendukung penuh yang teman-teman lakukan. Ke depan kami harapkan teman-teman mengajukan pendaftaran ke kami, agar nantinya kami standarisiasi. Saat ini juga tengah gencar pendidikan karakter dan salah satunya memang dari museum," jelasnya.

Selain itu, ia juga mengharapkan Museum Ganesya Tak hanya sekadar menjadi museum saja atau hanya sebagai tempat mendisplay barang-barang bersejarah. Ke depan, diharapkan museum ini bisa mengomunikasikan sesuatu yang banyak membawa manfaat bagi masyarakat.

"Misalnya mengadakan event pelatihan bagaimana mencuci keris, membuat topeng, kemudian mengundang anak-ank muda kaum milenial seperti blogger, YouTuber yang bisa memviralkan hal tersebut. Kebudayaan akan jadi platform untuk membangun ekonomi ke depan. Memang saat ini dukungan Pemerintah masih pada museum Pemerintah, namun saat ini kami juga sedang berupaya untuk bisa memberikan bantuan pada museum swasta," terangnya.

Sementara itu, apresiasi juga muncul dari Ketua Asosiasi Museum Indonesia Jatim, Dwi Cahyono. Adanya Museum Ganesya sangat baik untuk pendidikan, khususnya di Kota Malang. Sebab akan semakin mudah untuk para genarasi penerus bangsa mengetahui sejarah masa lampau.

"Apalagi koleksi di sini hampir semua ada. Jadi sangat bagus sekali untuk edukasi, stroy line di sini juga komplit, koleksinya lengkap, mulai pecahan sampai utuh. Di Trowulan saja, mungkin tak dipajang sebanyak ini . Jadi Kita harapkan generasi muda tahu identitas bangsa dari fakta sejarah, salah satunya artefak," bebernya.

Sementara, Owner Hawai Water Park Group Malang, Indra Yogie Kurniawan, mengatakan pihaknya mendapatkan saran dari Direktur Pelestarian Cagar Budaya Dan Permuseuman yang sangat positif bagi Museum Ganesya. Saran tersebut berupa upaya pengembangan museum agar tidak hanya informasi  namun disertai experience bagi merka yang berkunjung.

"Ya bisa menggambar wayang, membuat wayang mungkin untuk para pelajar.  Hawai Water Park Group mengharapkan agar museum ini bisa didatangi para pelajar baik dari Kota maupun Kabupaten, agar para siswa semakin mengenal sejarah dan budaya bangsa," ungkapnya.

Pihaknya saat ini juga akan berupaya terus menambah koleksi-koleksi di Museum Ganesya agar semakin banyak memberikan manfaat dan menarik minat para milenial untuk belajar sejarah. Selain itu, pihaknya juga terus menjaring dari berbagai pihak mengenai apa saja koleksi yang perlu ditambah pada museum tersebut.

"Tadi ada beberapa masukan seperti penambahan fasilitas dan saranan agar lebih dilengkapi. Termasuk memperdalam infromasi tentang asal usul barang yang dikoleksi," pungkasnya.