MALANGTIMES - Pasca pengukuhan 232 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Jumat (12 Juli 2019), Pemkab semakin bertekad mengejar ketertinggalan di berbagai sektor.

Menurut Plt Bupati Malang Sanusi, Kabupaten Malang banyak ketinggalan jauh dari sisi pembangunan dan ekonomi.

"Kemiskinan kita tertinggi, pembangunan kita terendah," ujarnya pada saat memberi sambutan dalam Pengukuhan Pejabat Administrator dan Pengawas, Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Administrator dan Serah Terima Jabatan Administrator di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang di Pendopo Kabupaten Malang, Jumat (12/7/2019).

Meski ibu kota ada di Kepanjen, sektor perekonomian di sana terbilang masih belum baik. Pasar masih kumuh dan perekonomian belum bergerak.

"Maka saya percaya saudara-saudara nanti akan membantu saya untuk menggeliatkan Kabupaten Malang lebih baik dari Kota Batu minimal, bahkan kalau bisa nanti jadi rujukan nasional," ucapnya.

Dikatakan Sanusi, Pemkab akan mengejar ketertinggalan di bidang pendidikan, ketertinggalan di bidang kesehatan, ketertinggalan di bidang perekonomian, dan infrastruktur.

"Saya yakin saudara-saudara nanti membantu saya untuk menggerakkan Kabupaten Malang selangkah lebih maju, bahkan lebih maju dari yang lain, Kota Malang dan Kota Batu. Itu minimal. Bahkan kalau bisa nanti bisa jadi percontohan Indonesia sampai ke mancanegara," harapnya.

Di bidang pariwisata Kabupaten Malang cukup berbangga dengan Pujon yang telah menjadi contoh Indonesia untuk Bumdes. Di bidang Lingkungan Hidup (LH), Kabupaten Malang juga menjadi contoh nasional dalam bidang pemanfaatan TPA menjadi TPA wisata dan pemanfaatan biogasnya mencukupi 300 kepala keluarga. Sudah 150 kepala daerah datang ke Kabupaten Malang.

"Saya percaya para camat untuk menunjukkan nanti one village one product. Tunjukkan kinerjanya di masing-masing daerah agar ada unggulan yang bisa dibanggakan untuk masyarakat Kabupaten Malang dan bangsa Indonesia. Maka ke depan Malang membangun untuk Indonesia," tandasnya.