Penumpang tengah menikmati fasilitasi di rangkaian baru KA Mutiara Selatan di Stasiun Malang Kotabaru. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

Penumpang tengah menikmati fasilitasi di rangkaian baru KA Mutiara Selatan di Stasiun Malang Kotabaru. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Jumlah pengguna moda transportasi kereta api (KA) terus mengalami peningkatan, termasuk relasi jarak dekat Malang-Surabaya. 

Untuk memberikan layanan maksimal, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengenalkan armada baru dalam rangkaian KA Mutiara Selatan. 

Berdasarkan pengamatan MalangTIMES saat KA Mutiara Selatan berhenti di Stasiun Malang Kotabaru, hari ini (10/7/2019) penumpang bakal dimanjakan atas sejumlah fasilitas baru. 

Misalnya, keberadaan meja lipat pada setiap tempat duduk. Penumpang bisa menggunakan meja lipat yang diambil dari sandaran tangan masing-masing.

Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Suprapto mengungkapkan, per 1 April 2019 rangkaian gerbong kereta KA Mutiara Selatan relasi Malang - Surabaya Gubeng - Bandung/pp telah digantikan dengan menggunakan sarana gerbong kereta baru jenis Stainless Steel (SS) buatan PT INKA.

Sebelumnya, rangkaian KA Mutiara Selatan terdiri dari 3 gerbong Kereta Eksekutif, 4 gerbong Kereta Bisnis dan 1 gerbong Kereta Makan plus pembangkit listrik dengan daya kapasitas tampung dalam satu rangkaian bisa mengangkut 406 tempat duduk. 

Saat ini, rangkaiannya telah berubah menjadi 3 gerbong Kereta Eksekutif jenis SS, 4 gerbong Kereta Ekonomi jenis SS, dan 1 gerbong Kereta Makan plus Pembangkit listrik. 

"Daya kapasitas tampungnya akan meningkat menjadi 470 tempat duduk setiap satu rangkaiannya," ujar Suprapto.

Hal tersebut, lanjut Suprapto, diharapkan bisa semakin meningkatkan okupansi penumpang dari KA Mutiara Selatan yang sudah sangat bagus. 

Tercatat di tahun 2017, volume penumpang KA Mutiara Selatan mencapai 241.670 penumpang, kemudian di tahun 2018 meningkat 18 persen menjadi 285.251 penumpang.

Suprapto merinci, ada setidaknya 10 fasilitas baru yang diberikan dalam gerbong kereta baru KA Mutiara Selatan. Selain meja lipat, jumlah toilet ditambah. 

"Pada masing-masing gerbong ada dua buah toilet yang terletak bersebelahan. Ini berbeda dengan toilet pada kereta- kereta yang ada sebelumnya, yakni toilet hanya ada di salah satu sisi saja," sebutnya. 

Selain jumlah toilet yang ditambah, jenis toilet yang ada menggunakan toilet duduk. 

Penumpang pun bisa mengetahui apabila toilet dalam keadaan kosong ataupun terisi dengan adanya indikator di pintu toilet maupun di papan informasi elektronik yang menempel pada dinding kereta di dekat toilet.

Sandaran kaki bagi para penumpang pun juga diberikan. 

Sehingga, meski menempuh perjalanan jauh maka penumpang bisa nyaman dengan adanya sandaran kaki yang lebih fleksibel, lampu tidur dan baca, meja mini yang bisa dilipat di sandaran tangan, serta bagasi kabin yang ada pembatasnya untuk tiap-tiap penumpang.

"Saat ini juga ada penambahan musala di dalam kereta restorasi. KAI memfasilitasi penumpang yang hendak menjalankan ibadah salat dengan menyiapkan ruang musala yang lebar, dilengkapi dengan rak berisi sarung dan mukena serta cermin yang menempel di dinding," pungkasnya. 

End of content

No more pages to load