Wisatawan diminta mempersiapkan diri sebelum menikmati fenomena embun beku di Bromo. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

Wisatawan diminta mempersiapkan diri sebelum menikmati fenomena embun beku di Bromo. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Musim kemarau membuat suhu udara di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) lebih rendah dari biasanya. Akibatnya, fenomena embun membeku atau frost terjadi di kawasan destinasi wisata favorit di Jawa Timur ini. Fenomena membuat kunjungan wisatawan meningkat. 

Lautan pasir yang seakan tertutup salju, serta hamparan savana yang tertutup es menjadi lokasi swafoto favorit pengunjung. Namun, ada sejumlah hal yang perlu dipersiapkan wisatawan sebelum menikmati fenomena embun upas ini.

"Wisatawan harus memperhatikan keselamatan dengan membawa peralatan yang memang dibutuhkan," kata Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas BB TNBTS Sarif Hidayat.

Menurutnya, karena suhu udara lebih dingin dibandingkan biasanya, maka Balai Besar TNBTS mengimbau pengunjung menggunakan baju hangat tambahan, topi, sweater, kaos tangan, logistik yang cukup, serta obat-obatan pribadi. "Kalau misalnya terjadi hal yang tidak diinginkan, kita sudah ploting petugas seperti di Penanjakan dan laut pasir untuk pemantauan. Segera lapor ke petugas jika terjadi sesuatu," imbau Sarif.

Khusus bagi wisawatan yang melakukan pendakian ke Gunung Semeru, ia menekankan agar mereka mentaati imbauan dari petugas. Mulai dari mengikuti jalur pendakian yang sesuai, hingga masalah sampah. Apalagi sebelum pendakian, petugas selalu melakukan briefing terlebih dahulu. 

"Masalah sampah ini, kita tidak segan menegur pengunjung Semeru dan Bromo. Jangan sampai meninggalkan sampah apapun," tegasnya.
 

Selain itu, wisatawan juga diimbau menjaga kelestarian flora yang ada di kawasan TBNTS, serta bijaksana menggunakan air di musim kemarau seperti saat ini. "Jangan petik tanaman sembarang, jangan juga melakukan vandalisme. Tak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga harus menjaga kelestariannya," tandas Sarif. 

Untuk diketahui, fenomena embun upas yang terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Sejak terjadinya fenomena itu, jumlah kunjungan wisatawan di salah satu destinasi wisata unggulan Jawa Timur ini makin banyak.

Berdasarkan data Balai Besar TNBTS, jumlah kunjungan wisatawan pada Mei 2019 tercatat sekitar 53.868 orang. Namun pada Juni 2019, jumlah wisatawan meningkat drastis menjadi sekitar 94 ribu wisatawan.

End of content

No more pages to load