Pencapaian medali Kota Malang hingga hari keempat, Selasa (8/7/2019) malam (screenshot web resmi porprovjatim.com)
Pencapaian medali Kota Malang hingga hari keempat, Selasa (8/7/2019) malam (screenshot web resmi porprovjatim.com)

MALANGTIMES - Dalam separuh perjalanan bergulirnya ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI 2019 Jawa Timur yang dihelat di Gresik, Lamongan, Tuban dan Bojonegoro, kontingen Kota Malang hingga Selasa (9/7/2019) malam masih mendapatkan 16 emas, 22 perak dan 22 perunggu. 

Hal tersebut bisa dikatakan 'mustahil' bagi kota pendidikan ini untuk bisa mencapai target 53 emas sama seperti pencapaian pada Porprov V 2015 Banyuwangi.

Keyakinan yang dibawa dari Kota Malang untuk mengikuti ajang Porprov VI 2019 tampaknya mulai meluntur. Betapa tidak, setelah empat hari perjalanan bergulirnya event olahraga antar kota bergengsi se Jawa Timur tersebut, kota yang mempunyai julukan 'Bhumi Arema' itu mengalami penurunan pencapaian sangat drastis dibandingkan dengan gelaran sebelumnya.

Padahal, menilik dari perjalanan Kota Malang di beberapa event Porprov sebelum-sebelumnya selalu menempel ketat posisi Kota Surabaya di klasemen atas perolehan medali.

Pada urutan klasemen sementara, hingga Selasa (9/7/2019) malam Kota Malang yang berada di urutan keempat masih kalah dengan Kota Surabaya yang sudah mengumpulkan 49 emas, Kota Kediri di posisi kedua dengan 38 emas dan Kabupaten Sidoarjo di posisi ketiga yang mengumpulkan 20 emas.

Wakil Ketua I KONI Kota Malang, Husnun N Djuraid yang dihubungi MalangTIMES untuk menanyakan pencapaian para cabor yang kini turun mengatakan bahwa ia masih berusaha dalam sisa waktu beberapa pertandingan yang belum diselesaikan para cabor agar mendulang medali.

"Ya mungkin kami startnya agak telat, tapi kami masih punya beberapa cabor yang kami andalkan untuk dapatkan medali. Target memang tetap, dan kami juga di sini selalu evaluasi cabor yang dapat medali atau yang gagal," ungkapnya.

Kota Kediri yang kini berada di posisi kedua memang cukup mengejutkan, dan di beberapa pertandingan MalangTIMES melihat memang kualitas daerah yang dijuluki kota tahu itu menjadi pesaing berat bagi Kota Malang.

"Sebenarnya kami kemarin mengandalkan atletik dan balap sepeda, tapi di atletik ternyata Kediri yang dapat banyak medali. Kediri juga unggul di angkat besi dan angkat berat," ungkapnya.

Meski begitu, Husnun tetap yakin bahwa kontingen Kota Malang masih bisa terus mendapatkan medali demi target yang kurang lebih sama seperti gelaran Porprov V 2015 silam.

"Kami nanti juga punya andalan di gulat dan beladiri yang diproyeksikan dapat medali. Justru ada cabor yang tidak kami harapkan malah dapat medali, seperti billiard itu. Dalam beberapa hari ini kami masih berharap ada cabor yang dapat medali lagi," paparnya.

Dari beberapa evaluasi yang dilakukan, KONI Kota Malang saat ini masih terus berusaha untuk memotivasi para cabor agar bisa mendapatkan medali. "Kami terus motivasi atlet agar dapat medali di sisa waktu ini," pungkasnya.

Perlu diketahui, sisa waktu yang dimiliki Kota Malang untuk merangsek kembali ke posisi 2 klasemen perolehan medali kurang dua hingga tiga hari saja. Jika ingin mengulang seperti gelaran Porprov V 2015, tentu Kota Malang harus mengumpulkan 37 emas lagi agar target terpenuhi dan kembali mengambil posisi juara umum kedua.