Mesin parpol mulai memanas untuk menuju kursi Pringgitan Kabupaten Malang 2020 (Ist)

Mesin parpol mulai memanas untuk menuju kursi Pringgitan Kabupaten Malang 2020 (Ist)



Menuju Kursi Pringgitan 2020  1

MALANGTIMES - Pilkada 2020 masih terbilang lama bila diukur dengan hitungan bulan. Tapi, bagi sebuah pertarungan politik, 15 bulan ke depan (September 2020 rencana pilkada) adalah waktu terbilang singkat.

Bagi masyarakat, tentunya berbeda lagi. Kedatangan pilkada 2020 cukup membuat penasaran terkait siapa saja tokoh yang akan maju dalam demokrasi lima tahunan di tingkat daerah ini. 

Walau cukup banyak nama yang beredar dan masuk bursa pencalonan, tapi tentunya masyarakat bukan hanya sekedar ingin mengetahui nama belaka. Ada berbagai hal menarik lainnya yang diharapkan bisa terkuak, misalnya bagaimana parpol akan menggandengkan kadernya untuk maju. 

Baik secara sendiri maupun merangkul parpol lainnya. Serta bagaimana dengan kekuatan lainnya di luar parpol, seperti dari birokrasi, akademisi, tokoh masyarakat (Tomas) yang nama dan jejaknya patut diperhitungkan juga.  
Bongkar pasang balon Bupati dan Wakil Bupati Malang 2020, pun tentunya cukup menarik dikupas. Dengan berbagai hitung-hitungan politik yang rumusannya terkadang membuat masyarakat tercengang.

Adakah juga kuda hitam yang muncul nantinya di Pilkada Kabupaten Malang 2020. Kuda hitam yang kerap tidak tertangkap radar tapi kemunculannya kerap merepotkan tokoh lainnya dalam kontestasi Pilkada.

Dari berbagai penelusuran dan data, MalangTIMES merangkum beberapa nama potensial dalam Pilkada 2020 datang. Sejumlah nama yang tidak hanya dari unsur parpol, tetapi juga dari unsur birokrasi, akademisi dan tomas.

Tercatat, misalnya dari unsur parpol, sejumlah nama lama di blantika politik sedang ramai dibicarakan saat ini. Jajuk Sulistyowati, Kresna Dewanata Phrosakh, Moh Geng Wahyudi dari gerbong NasDem. PDI-Perjuangan yang kehilangan satu kursi legislatif di Pileg 2019, pun cukup banyak nama kadernya yang disebut-sebut siap berlaga. 

Ada politisi gaek Hari Sasongko, Sri Untari, Didik Gatot Subroto. Bahkan, santer sang diva pengeruk suara di Pileg 2019, Krisdayanti pun, namanya disebut ramai khalayak.
Siadi politisi Partai Golkar pun namanya mencuat dalam bursa Pilkada 2020. Ada pula Moreno Soeprapto dari Partai Gerindra. 

Sedangkan PKB yang sedang menikmati kesuksesannya di Kabupaten Malang  dengan raihan yang menyamakan kursi PDI-Perjuangan di 2019, terdapat Ali Ahmad atau Gus Ali dan tentunya juga Plt Bupati Malang Sanusi.

Tidak ingin ketinggalan dalam meramaikan bursa calon Pilkada 2020, sejumlah nama dari unsur akademisi, seperti Prof Muhammad Bisri (eks Rektor UB Malang), Prof Ahmad Mursyidi, Hasan Abadi (Rektor Unira dan kader NU), juga ramai diperbincangkan.

Para tokoh masyarakat pun, misalnya Umar Usman ketua NU Kabupaten Malang yang juga dokter, Hari Cahyono, Wahyu Eko Setiawan juga memiliki kans untuk masuk dalam bursa Pilkada 2020 di Kabupaten Malang.

Mengejutkan adalah, unsur birokrasi pemerintah Kabupaten Malang pun, ternyata menyimpan amunisinya dalam meramaikan Pilkada 2020. Dari berbagai data yang dikumpulkan MalangTIMES, sejumlah nama dari ASN yang juga mulai ramai diperbincangkan masyarakat, muncul nama Didik Budi Muljono yang kini memegang jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang. Ada pula Tomie Herawanto, Kepala Bappenda yang namanya juga cukup populer di masyarakat serta Purnadi, kepala Bapenda Kabupaten Malang.

Sejumlah nama dari unsur birokrasi ini menyeruak di masyarakat karena dinilai juga memiliki pengalaman pemerintahan yang telah teruji lama selama menjadi ASN. Selain beberapa jejak rekamnya selama menjabat diberbagai OPD Kabupaten Malang.

Tiga unsur dengan sejumlah nama itu, tentunya cukup menarik dan akan memberikan warna lain dalam Pilkada 2020 di Kabupaten Malang, apabila terus bergulir sampai awal tahun 2020.
 

 

End of content

No more pages to load