Memasuki Musim Kering Kedua Petani di Kota Batu Diminta Lakukan Dua Langkah Ini

Jul 09, 2019 19:35
Pertanian padi di Desa Pendem. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Pertanian padi di Desa Pendem. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Musim kering kedua (MK2) mulai melanda Kota Batu. Sebagai kota dengan banyaknya kawasan pertanian, Pemkot Batu mengajak para petani untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kekurangan air pada area persawahan.

Baca Juga : Terkuak, Data Petani Terkena Limbah Greenfields Sejak Tahun Lalu Telah Dilaporkan, Tapi...

Sekretaris Dinas Pertanian Kota Batu, Hendry Suseno mengatakan, upaya agar tidak berkurangnya air irigasi dengan membuat penjadwalan. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi rebutan yang biasanya kerap terjadi. “Biasanya petani ini rebutan untuk kalau gak dijadwal. Sehingga perlu diatur lagi pada MK2,” imbuhnya.

Selain dilakukan penjadwalan pembagian air irigasi juga memilih tanaman yang tidak terlalu membutuhkan banyak air. Atau memilih tanaman yang tahan air.

Biasanya pada MK2 ini petani di Kota Batu sering mendapatkan masalah dengan menurunnya kualitas pangan, khususnya padi. Karena untuk mendapatkan hasil panen yang baik, tanaman padi harus mendapatkan pasokan air yang cukup.

Sedangkan di Kota Batu area yang banyak ditanami dengan padi di Desa Pendem. Sehingga pihak Dinas Pertanian juga melakukan koordinasi dengan berkirim surat kepada Arhanud.

Baca Juga : Hama Tikus Bikin Buntung, Dinas Pertanian : Alat Bantuan Masih Terkendala Lelang

Dan untuk memeratakan pendistribusian air irigasi ini, Distan telah berkordinasi dengan beberapa instansi terkait. Termasuk berkirim surat kepada Arhanud.

“Karena ada saluran irigasi yang mengalur ke kawasan pertanian di sana sehingga kawasan pertanian di Desa Pendem yang ada di bawahnya tidak kebagian air irigasi, supaya jangan sampai ada yang kekurangan air,” tambah Hendry.

Menurutnya dua langkah itu diperlukan karena untuk saat ini para petani belum memungkinkan untuk memanfaatkan sumur air bor sebagai cadangan air untuk kawasan pertanian di Kota Batu. “Terkadang kekurangan air ini biasanya terjadi karena ada yang membendung air melebihi batas waktu yang ada. Akibatnya, kawasan pertanian yang ada di bawahnya terlambat untuk mendapatkan air bahkan hingga tak kebagian air irigasi sama sekali,” tutupnya.

Topik
MalangBerita MalangMusim kering menurunnya kualitas pangan

Berita Lainnya

Berita

Terbaru