Wali Kota Malang Sutiaji (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Wali Kota Malang Sutiaji (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Disinyalir tak berizin, rumah pompa sumber air milik PDAM Kota Malang disegel oleh Satpol PP Kabupaten Malang kemarin (Senin, 8/7). 

Persoalan sumber air yang terletak di Mangliawan, Pakis ini memang belum menemukan titik temu.

Menanggapi hal itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang angkat bicara. 

Pihaknya membantah soal pengurusan surat izin pengeoperasian rumah pompa tersebut.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan sejumlah persyaratan masih terus diupayakan untuk menyelesaikan proses perizinan rumah pompa itu. 

"Bukan kami tidak mengurus, dari PDAM informasi terakhir existing dan ukurannya ndak sama. Nah ini kita akan lengkapi lagi," ujar dia saat ditemui MalangTIMES, Selasa (9/7).

Ia menjelaskan jika rumah pompa itu sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. 

Pihaknya masih ber - husnudzon terkait administrasi yang lampau. 

Namun, Pemkot Malang hingga kini memang belum bisa membuktikan perizinannya kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.

"Bangunan itu bangunan lama di zaman Belanda. Kita berkhuznudzon kalau itu tertib administrasi mesti sudah ada izin. Tapi, ketika diminta Pemkab untuk membuat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sudah kami lakukan. Cuma belum selesai prosesnya, dan terus kami perbaharui," imbuhnya.

Pria yang akrab disapa Aji ini mengharapkan, kejadian ini tidak terus berlarut. 

Sebagai warga yang berdampingan, baik Kota Malang atau Kabupaten Malang sama - sama saling membutuhkan pemanfaatan dari masing - masing fasilitas yang ada.

"Kita nggak mau ada gontok - gontokan (berkelahi), dan tidak mau dispartas. Jadi aset - aset kabupaten yang ada di kota lalu kemudian mau pakai police line itu tidak. Kita ini hidup berdampingan, warga Kota Malang juga menggunakan fasilitas kabupaten, Kabupaten Malang juga menggunakan fasilitas kota bersama - sama," pungkas dia.

End of content

No more pages to load