Salah satu petani tanaman hias menunjukkan tanaman Monstera Variegata di Kelurahan Temas, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Salah satu petani tanaman hias menunjukkan tanaman Monstera Variegata di Kelurahan Temas, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)


Editor

Heryanto


MALANGTIMES - Tanaman hias di Kota Batu tidak hanya menarik minat warga Indonesia namun warga mancanegara. 

Sayangnya meskipun itu peluang yang bagus, petani di Kota Batu sampai saat masih terkendala rumitnya mengurus perizinan ekspor.

Karena permasalahan itu yang membuat beberapa petani bunga di Kota Batu tidak dapat berkembang. 

Padahal peluang ekspor tanaman ke luar negeri dirasa akan menguntungkan.

“Banyak permintaan tanaman hias ke luar negeri. Tapi sebagian petani terkendala masalah perizinan,” ungkap Sony Rahmaputra, petani tanaman hias Desa Sumberejo, Kecamatan Batu.

Ia menjelaskan jika proses perizinan itu mudah untuk dilakukan tentunya akan meningkatkan perekonomian para petani tanaman hias di Kota Batu. Sebab ini menjadi peluang yang bagus. 

“Karena pangsa pasar bunga di luar negeri sangat baik. Bahkan dari segi harga juga bisa menjual hingga lima kali lipat dari harga jual di Indonesia,” imbuhnya. 

Sehingga saat ini petani Kota Batu hanya bisa mengirimkan tanamannya di area Indonesia. 

Sedangkan untuk pengiriman ke luar negeri harus bergantung pada sesama petani yang sudah memiliki sertifikat pengiriman Phytosanitary. 

Jenis bunga yang di ekspor itu ada beragam seperti Monstera Variegata, philo pink princess, philo sudiro, philo florida beauty ghost, philo monstera variegata, anthurium king veitchii, anthurium crystalium, dan sebagainya.

Tentunya harganya akan jauh berbeda jika dijual di luar negeri. “Harganya bisa sampai 3 hingga 5 kali lipat,” tambah Sony.

Ia pun berharap agar pemerintah mau memberikan pendampingan dan kemudahan untuk memproses izin tersebut.

End of content

No more pages to load