Kompetitor Terus Bertambah, KUD Jangan Diam Saja

MALANGTIMES - Berbagai unit usaha di tingkat desa terus tumbuh sepanjang tahun. Khususnya badan usaha milik desa (BUMDesa) yang terus menggeliat dengan semakin terbukanya pemerintah desa untuk mengelola berbagai potensi yang dimilikinya.

Tak terkecuali badan atau lembaga jasa simpan pinjam swasta yang juga menjamur di berbagai pelosok perdesaan saat ini. 

Kondisi tersebut yang membuat Koperasi Unit Desa (KUD) di Kabupaten Malang, menghadapi persaingan ketat dalam merangkul masyarakat. Bahkan, dalam persaingan dengan kompetitor yang terus bertambah dan tepat dijantung perdesaan, kondisi KUD dimungkinkan akan tergerus dan kemudian hilang digantikan unit usaha ekonomi lainnya.

Kekhawatiran tersebut juga dilontarkan oleh Plt Bupati Malang Sanusi yang mengatakan, KUD yang berada di zona nyaman serta tidak melakukan berbagai loncatan inovasi, akan hilang dalam ketatnya persaingan di tengah masyarakat.

"Karenanya KUD jangan hanya diam. Terus berinovasi dalam melayani masyarakat. Sehingga tidak tertinggal jauh dengan kompetitor lainnya. Jangan mengandalkan satu unit usaha saja, kembangkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini," ucap Sanusi, Senin (08/07/2019) saat menyikapi adanya kondisi persaingan dalam unit usaha ekonomi di perdesaan saat ini.

Dari data BPS tahun 2017, jumlah KUD di Kabupaten Malang sejumlah 32 unit sedangkan non KUD mencapai 1.231 dan KSP (Koperasi Simpan Pinjam) 167. Dengan jumlah tersebut, terlihat begitu jauhnya jumlah KUD dengan yang lain. Eksesnya persaingan pun menjadi sangat tajam. Sehingga KUD yang hanya berdiam diri akan hilang ditelan kompetitornya.

Sanusi juga mencontohkan, KUD di Kabupaten Malang pun satu sama lain terlihat begitu "jomplang". Bak bumi langit, baik dari sisi aset sampai sisa hasil usahanya.

"Ada KUD yang asetnya sampai ratusan miliar, tapi di sisi lain banyak yang hanya miliaran saja. Ini yang harus terus digenjot dengan inovasi-inovasi baru. Kalau hanya diam KUD akan hilang, padahal soko guru perekonomian," ujarnya.

Sanusi juga tidak lupa bahwa memberikan apresiasi terhadap KUD yang terus melakukan inovasi di tengah ketatnya persaingan di dalam masyarakat.

"Secara rata-rata KUD Kabupaten Malang baik. Walaupun banyak jenis koperasi sebagai pesaingnya yang sakit dan hilang. Ini adalah bukti bahwa pengurus KUD terus berupaya optimal menjalankan pelayanan sesuai koridor dalam KUD. Tapi, saya sarankan untuk terus melahirkan inovasi baru dalam pelayanannya itu," imbuhnya yang mencontohkan kompetitor KUD saat ini adalah BUMDesa.

Sanusi mencontohkan, keberadaan BUMDesa Pujon Kidul dengan cafe sawah-nya. Dimana dengan bermodal awal tanah kas desa seluas 3 hektar (ha) dan pendapatan sebesar Rp 50 juta per tahunnya. Setelah lahir berbagai inovasi yang dilakukan, hanya butuh 3 tahun, omzetnya telah menembus Rp 12 miliar per tahunnya.

"Rumusnya adalah berinovasi dan tidak hanya diam. Maka KUD pun bila terus berinovasi saya pikir akan mampu lebih seperti itu," pungkasnya.

 

Top