Tampil di Daratan Mungkin Sudah Biasa, Bantengan Kota Batu Atraksi di Dalam Air

Jul 07, 2019 16:53
kesenian bantengan saat sesi foto underwater di Sumber Gemulo, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji. (Foto: istimewa)
kesenian bantengan saat sesi foto underwater di Sumber Gemulo, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Kepala Bidang Operasional Kebakaran DPK Kota Batu, Santoso Wardoyo kerap melakukan foto underwater di area sumber-sumber di Kota Batu. 

Kali ini konsep yang diambil dalam pemotretan bawah air itu adalah mengusung kesenian bantengan di Sumber Gemulo, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji.

Baca Juga : Konser God Bless di Malang, Nikmati Sensasi Sound System 30 Ribu Watt

Proses pemotretan itu menggandeng kelompok seni bantengan dan pencak Rogo Wilis. 

Konsep Bantengan ini menggunakan pemain bantengan dan properti yang sesungguhnya.

“Konsep ini baru pertama kali difoto dalam air. Karena baru pertama kali foto dalam air, karena itu juga harus melatih anggota Rogo Wilis agar dapat berpose dalam air,” ungkap Santoso, Minggu (7/7/2019).

Ada beberapa kesulitan yang dihadapi misalnya properti yang terbuat dari kayu agak sulit untuk bisa tenggelam dalam air. 

Lalu juga para pemain bantengan juga belum terbiasa foto dalam air, jadi perlu penyesuaian dan latihan terlebih dahulu.

Selain itu dinginnya air sumber juga merupakan tantangan tersendiri bagi fotografer dan pemain bantengan. 

Namun saat pemotretan pun air dalam sumber tersebut sangat jernih.

Menurutnya sebelum memulai sesi foto underwater, dengan membersihkan sampah di sekitar Sumber Gemulo, terutama sampah plastik. 

Hal ini dilakukan agar semakin banyak yang peduli dengan lingkungan

Baca Juga : Kondisi Gedung Kesenian Batu Memprihatinkan, Tahun Ini Dilakukan Renovasi

“Kami melakukan ini terutama untuk kelestarian sumber mata air yg merupakan salah satu aset berharga Kota Batu,” imbuhnya.

Sementara itu, ketua kelompok kesenian bantengan Rogo Wilis Gatot Wahyudi menambahkan, memang kesenian bantengan harus dilestarikan dan dikemas dengan lebih baik agar terkesan elegan.

“Pengalaman foto underwater untuk yang pertama kali ini memang sangat menantang. Tapi kami juga merasa bangga mengambil momen ini,” ucap Gatot.

Ia pun berharap dengan media foto underwater itu nantinya budaya dan kesenian Kota Batu lebih naik daun dan menarik minat generasi milenial.

“Selain itu juga agar lebih peduli terhadap lingkungan, terutama sumber mata air di Kota Batu. Sampah plastik yang merupakan ancaman utama harus diminimalisir agar tidak sampai merusak ekosistem,” harapnya.

Topik
BatuBerita BatuKesenian bantenganbantenganBantangen Kota Batu
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru