Rekonsilisasi Politik Minta Rizieq Shihab Dipulangkan, Warganet : Gak Usah Pulang

MALANGTIMES - Mantan koordinator Juru bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak melemparkan pernyataan yang membuat warganet ikut ramai berkomentar. 

Dahnil mengatakan bentuk rekonsiliasi politik Prabowo dan Jokowi adalah dengan memberikan kesempatan Rizieq Shihab untuk pulang ke Indonesia.

Dahnil melanjutkan usulannya itu lebih substantif dalam rekonsiliasi politik dibandingkan membicarakan pembagian jabatan di pemerintahan. 

Bahkan, Dahnil juga meminta kepada Jokowi untuk membuka komunikasi dengan pemerintah Arab Saudi terkait usulan tersebut.

Pernyataan mantan juru bicara Prabowo ini lah yang akhirnya mendapat tanggapan luas warganet. 

Ratusan warganet menanggapinya dengan nada cemooh dan nada penolakan terkait usulan Dahnil.

Akun hakimreswara1991, misalnya mengatakan, Rizieq Shihab biar tetap di Arab Saudi saja.

"Enggak usah pulang, di sana saja," tulisnya.

Senada dengan @hey_deny yang menulis, "Usah di sana saja, enggak usah dibalikin," ujarnya, Minggu (07/07/2019).

Akun bawidayakngaju juga menuliskan terkait usulan rekonsiliasi politik dari jubir Prabowo, Dahnil, yang menurutnya tidak berguna bagi masyarakat Indonesia. 

"Apa untungnya hasil rekonsiliasi Prabowo untuk Indonesia," ucapnya.

Sama dengan @balqisnuraini yang menuliskan, "apa untungnya bagi rakyat Indonesia,".

Suara warganet tersebut didasarkan sepak terjang Rizieq Shihab selama ini yang dinilai mereka tidak menciptakan kondusifitas bangsa dan negara. Tapi, malah membuat 'pembelahan" dalam masyarakat dengan berbagai pernyataan dan sikapnya selama ini.

Usulan Dahnil pun tidak kalah ramainya dikomentari oleh warganet. 

Mereka menyatakan rekonsilisasi itu untuk kepentingan masyarakat banyak bukan untuk keuntungan pribadi-pribadi.

Akun sejumput.kebodohan menuliskannya. "Apa hubungannya rekonsiliasi Prabowo-Jokowi sama pulangnya Rizieq? keknya dia hanya pemimpin ormas "agama" dan seharusnya ga ada hubungannya dengan politik apalagi disangkutin dengan rekonsiliasi Jokowi-Prabowo," ujarnya heran dengan usulan Dahnil.

Komentar itu dibalasnya oleh @saras_jamhur yang mengatakan, "iya enggak ada hubungannya sama kaya aku dan dia...ia dia yang kini menjauh," tulisnya.

Pernyataan Dahnil ini diunggahnya melalui akun Twitter pribadinya. 

"Ini pandangan pribadi saya, bila narasi rekonsiliasi politik mau digunakan, agaknya yg paling tepat beri kesempatan kpd HABIB RIZIQ kembali ke Indonesia, stop upaya kriminalisasi, semuanya saling memaafkan. Kita bangun toleransi yg otentik, stop narasi2 stigmatisasi radikalis dll," tulis akun @Dahnilanzar beberapa waktu lalu.

Bukan hanya warganet yang berkomentar miring terkait usulan Dahnil itu. 

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKB, Daniel Johan, pun menganggap aneh rencana rekonsiliasi dengan persoalan yang dihadapi Habib Rizieq. 

Apalagi dengan adanya desakan untuk memulangkan Imam Besar FPI tersebut.

"Saya kira rekonsiliasi tidak menyangkut orang. Jadi aneh saja kalau dalam rekonsiliasi itu ada poin tentang Habib Rizieq" ujar Daniel yang juga senada dengan yang disampaikan warganet.

Lontaran tanggapan yang cukup menohok juga disampaikan Politisi PDIP, Masinton Pasaribu.

Dirinya mengatakan, Dahnil sebagai ‘suporter’ tak perlu ikut mengatur rencana rekonsiliasi Jokowi-Prabowo.

“Itu kan urusan Pak Joko Widodo dan Pak Prabowo Subianto. Suporter tidak usah ikutan mengatur, adem ayem saja lah, Pilpres kan sudah selesai," ucapnya.

Top