Ilustrasi kemacetan (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)
Ilustrasi kemacetan (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Urai kemacetan, sekitar 30 persimpangan bakal dilebarkan tahun ini. Beberapa persimpangan yang kerap alami kemacetan akan mendapat prioritas. Di antaranya persimpanan Sulfat, Muharto-Polehan, kawasan Soekarno-Hatta, hingga perempatan Tunggulwulung.

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang Didik Setianto menyampaikan, tahun ini akan diajukan proses lelang pengadaan studi di 30 simpang Kota Malang. Titik yang dimaksud adalah persimpangan yang memang terpantau padat saat jam-jam khusus. "Ini salah satu upaya yang kami lakukan untuk mengurai kemacetan," katanya belum lama ini.

Lelang pengadaan studi itu, menurut Didik, akan memberikan kajian mendalam berkaitan dengan persimpangan yang akan dilebarkan. Sebab, pelebaran tersebut pastinya membutuhkan banyak proses. Salah satunya adalah pembebasan lahan. Selain itu, dia  harus tetap memperhatikan tata ruang.

Usai melakukan studi, lanjut Didik, di sekitar 30 titik tersebut akan dilakukan pelebaran di tahun berikutnya. Dia pun menargetkan agar proses pembenahan pengerjaan pelebaran  jalan tersebut dapat rampung pada 2020. Sehingga kemacetan tak lagi menjadi permasalahan di kota pendidikan ini. "Setelah proses studi, kami harap pengerjaan pada 2020 bisa langsung selesai," imbuhnya.

Dia juga menjelaskan jika pelebaran jalan menjadi salah satu konsentrasi Pemerintah Kota Malang. Sebab, kemacetan yang terjadi masuk dalam kategori yang sangat parah dan perlu untuk segera ditangani. Pemerintah pun akan segera melakukan sosialisasi ketika hasil studi telah keluar.

"Mungkin sekitar November dan Oktober kami akan lakukan sosialisasi kepada warga terdampak begitu hasil studi keluar," ucapnya.